baru sadar kehilangan spark tuh ternyata ga selalu kelihatan seperti sedih. kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri tapi rasanya ada bagian dari diri kita yang pelan-pelan mati. and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once. karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup.
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya ‘inner child’ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. ❤️🩹
ternyata kelahiran tahun 2002-2004 an agak apes ya.
lulus SMA pas pandemi. pas awal kuliah banyak yang online. pas lulus, cari kerja full-time aja susah, bahkan buat posisi entry level.
ditambah skrg kondisi ekonomi juga lagi gak mudah. pegangan yg kuat yaa kita semua🥹🤝
Ternyata duka dari menjadi anak baik sampe berpengaruh juga on how i see others and wanna treat them. Sampe aku menjadikan kemampuan mereka buat share deepest secret sebagai bahan bakar utama "egoku" dulu dan keliru dalam mendefinisikan kebaikan itu sendiri
Dulu senang banget kalo ada yg mau terbuka sama aku, rasanya seperti jadi orang yg dipilih, kayak aku berhasil memenuhi label "anak baik". Aku seneng melakukannya karena labelnya, aku seneng untuk diikutsertakan
Til one day aku merasa jadi "tong sampah" banyak orang tapi kesulitan untuk memberikan sampahku ke orang lain. Hal yg dulu terasa menyenangkan berubah jadi irritating. Dan disitu aku sadar konsepsi ku selama ini keliru
Aku mengira menjadi baik berarti selalu tersedia. Selalu memahami. Selalu menjadi tempat yang "aman", bahkan saat aku sendiri juga lagi butuh rasa aman. Aku mengira kepercayaan orang lain adalah bukti bahwa "aku berharga"
Waktu itu aku cuma tau konsep baik adalah "terus memberi ke luar." Padahal ternyata dia juga butuh untuk "diberi ke dalam"
Dan mungkin, setelah bertahun-tahun sibuk menjadi “anak baik” untuk semua orang, duka terbesarnya adalah menyadari bahwa aku belum pernah benar-benar belajar menjadi baik buat diriku sendiri
Dan sekarang setiap kali aku memberikan kebaikan, murni karena aku ingin memberi, bukan lagi untuk "memberi makan ego." Hasilnya? aku terlihat jadi versi yg meaner tapi buat orang orang yang paham, mereka mengartikannya sebagai batasan
Haha aku nangis, bahkan sampe saat ini aku bingung hidup untuk apa karena aku sendiri gak tau mau ku yang bener-bener dari diriku itu apa. Yaa hidup yang penting jadi anak baik, pinter, gak merepotkan orang lain, dan memberikan yang terbaik aja.
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
WTS PROMO TIKET NONTON/TIKET BIOSKOP
Tiket nonton di all cinepolis seluruh Indonesia 50.000/2 tiket bebas pilih film, kursi, dan jam tayang
#zonauang#zonajajan#promononton#promobioskop