statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡
Untuk laga terakhir temen-temen supporter dimana pun please petasannya jangan kemana-kemana, distadion bukan supporter doang yg cari kesenangan banyak juga yg nyari rezeki disana termasuk temen-temen saya yang mencari rezeki di stadion.
Petasannya diledakan keatas ya please ini.
Hasil diskusi sama temen: di Indo banyak pengangguran. Tapi pas hiring admin gudang (dengan gaji 2x UMR), nyarinya butuh 2 bulan
Bertanya dengan lemah lembut untuk mencari solusi: sebenernya apa gapnya sih?
- emang skill issue?
- ekspetasi gajinya jauh antara pemberi dan pencari kerja? Kebanyakan nonton TikTok dan segala bacot2an “bare minimum”
- attitude kureng? (both pemberi dan pencari kerja)
- title kurang ajib?
- hal lain? Pressure keluarga?
HOBI YANG DIAM-DIAM
BIKIN KAMU NAIK LEVEL
1. hobi bikin sehat
- jogging
- gym
- padel
- badminton
2. hobi bikin pintar
- dengerin podcast
- baca buku
- belajar skill baru
- ikut kelas online / bootcamp
3. hobi bikin kreatif
- bikin konten
- menulis
- foto / video
4. hobi bikin kaya
- freelance
- personal branding
- bangun bisnis
- investasi
5. hobi bikin tenang
- meditasi
- journaling
- ngumpul bareng keluarga
6. hobi bikin mual
- dengarin wowo pidato
- dengarin mulyono ngoceh
- lihat gambar fufufafa
Indra Jaya Laksana diadopsi secara ilegal ke Belanda saat masih bayi.
Pada 2023, dia mencari ibu kandungnya ke Indonesia. Namun, ibunya sudah tiada.
Indra kini ingin menjadi WNI, tapi jalannya tidak mudah.
"Kami tidak pernah memilih untuk kehilangan status WNI," kata Indra.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Itu adalah kata haters yang merasa dirinya paling "paham" dunia.
Padahal buat sebagian orang, langkah kaki pertama masuk bandara itu bikin jantung mau copot. Bingung check-in di mana, takut salah terminal, sampai gemeteran pas lewat metal detector.
Hal-hal yang kita anggap "biasa", ternyata jadi tembok besar buat orang lain.
Kita sering lupa kalau nggak semua orang lahir dengan privilege bisa traveling tiap bulan. Banyak bapak/ibu di desa yang nabung puluhan tahun cuma buat sekali terbang, tapi mereka takut dicap "ndeso" kalau nanya prosedur di bandara.
Akhirnya apa? Mereka cuma bisa mendam keinginan itu.
Tapi untungnya ada akun anaknya_mas_joko.
Dia dengan polosnya, apa adanya, bener-bener jelasin step-by-step tanpa rasa sombong sedikitpun. Dia nggak jualan kemewahan, dia jualan "keberanian" buat orang-orang yang sering terlupakan ini. Konten yang dianggap "norak" itu justru jadi kompas buat mereka.
Dunia butuh lebih banyak kreator yang nggak cuma ngejar estetik, tapi beneran peduli sama masalah riil di bawah.
Sosok yang tetap rendah hati meski followers-nya makin tinggi. Dia bukti kalau jadi orang baik itu nggak perlu skenario.
Kalau lo ngerasa konten yang tulus itu udah langka, lo wajib mampir ke akunnya. Bukan cuma belajar tutorial, tapi belajar jadi manusia yang lebih membumi.
sc: fatiniaa
di halte TJ, tiba2 dapat wejangan..
👤: jam segini baru berangkat kerja mas?
😕: ga pak.. justru ini mau balik ke kosan, tadi abis tes di perusahaan dekat sini
👤: oh, gapapa mas, masih cari kerja. pulang ini coba masnya sholat dhuha terus lanjut baca doa ini ya.. "allahumma inni as aluka bii asmaikal Husna wasifatikal Ulya bi Anni asyhadu annaka antallah la Ilaha Illa antal ahadus Shomad lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad"
😕: oh ya, makasih pak, nanti saya praktekin
👤: sehat2 ya mas (sambil masuk bis)
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang “nggak tau apa-apa” juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat “beli waktu”, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang “iya” ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang “nggak” itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
Kalau kalian dijemput teman buat nongkrong, Orangutan Tintom beda. Ia dijemput petugas setelah seharian “Sekolah Hutan”. Setiap hari Tintom belajar memanjat, memilih makanan alami, hingga latihan membuat sarang. Sore hari, ia pulang naik perahu....
❤️👍