Makan di sini, di menu paling depan udah ditulis gede-gede HANYA Rp40.800 NETT.
Pas selesai makan dan mau bayar, eh malah ditagih pajak resto sama service 😳
Gue komplain ke kasir, katanya harga yang tertera belum termasuk pajak.
Lahhhh, terus jangan ditulis HARGA NETT gede-gede dong!! 😭
Ada 1 orang di tim yang kerjanya sebenarnya bagus, tapi lama banget ga dilirik. Output-nya rapi, jarang salah, dan selalu on time.
Tapi anehnya, dia jarang banget dilibatkan di hal-hal penting.
Sampai akhirnya dia ubah satu hal kecil: cara dia communicate kerjaannya.
Dia mulai update progress, tapi bukan sekadar “udah selesai”. Dia jelasin apa yang dia kerjain, kenapa itu penting, dan impact-nya ke tim atau project.
Misalnya, bukan cuma bilang “dashboard sudah diupdate”, tapi dia tambahin, “ada perubahan di metric A, kemungkinan karena X, dan ini bisa impact ke decision Y.”
Langsung beda.
Orang yang baca jadi ngerti value dari kerjaannya tanpa harus buka file dulu.
Di meeting juga dia mulai lebih aktif, tapi bukan asal ngomong. Dia cuma speak up kalau ada yang bisa dia tambahin, biasanya dalam bentuk clarity atau next step.
Lama-lama orang mulai notice.
Bukan karena dia jadi lebih “noisy”, tapi karena kerjaannya jadi lebih kelihatan relevan.
Dari situ gue belajar, bikin kerjaan lo visible itu bukan berarti lo harus pamer atau overclaim.
Cukup pastiin orang lain ngerti:
lo ngerjain apa, kenapa itu penting, dan impact-nya ke mereka.
Kalau itu jelas, visibility lo naik dengan sendirinya.
Dan yang paling penting, lo tetap keliatan profesional, bukan cari perhatian.