Untuk rumah tangga & individu
- Tampung air mulai sekarang.
Simpan air hujan (rainwater harvesting) kalau memungkinkan. Isi tangki, ember, atau sumur cadangan.
- Berlatih menghemat air mulai sekarang.
- Stok kebutuhan dasar makan dan minum 2–4 minggu. Jika mau habis, stok ulang
- Siapkan masker & obat pernapasan kalau asap karhutla datang.
Untuk petani & pekebun
- Sesuaikan jadwal tanam
maju atau mundur sesuai prakiraan BMKG daerahmu.
- Pilih varietas padi/ tanaman tahan kekeringan.
- Bangun/ perbaiki irigasi cadangan, sumur bor, atau embung kecil.
- Mulai bersihkan lahan & buat sekat bakar untuk cegah karhutla.
gue suka banget kalimat ini:
“Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran.
Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.”
Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin.
Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri.
Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu.
Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang.
Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik.
Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja.
Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
SISI GELAP ORANG KAYA
1. kesepian di puncak
→ semakin tinggi posisi, semakin sedikit orang yang benar-benar tulus
→ banyak relasi, tapi sedikit yang benar-benar peduli
2. tekanan untuk selalu sukses
→ tidak ada ruang untuk gagal
→ sekali jatuh, banyak yang menunggu untuk menjatuhkan lebih jauh
3. ketakutan kehilangan
→ bukan lagi soal mencari, tapi menjaga
→ harta banyak, tapi hati penuh kekhawatiran
4. lingkaran pertemanan yang penuh kepentingan
→ sulit membedakan mana yang tulus, mana yang karena uang
→ trust issue jadi masalah besar
5. waktu yang terkorbankan
→ uang bisa dicari, tapi waktu dengan keluarga tidak bisa kembali
→ banyak yang menyesal di akhir
6. ujian harta yang lebih berat
→ harta bisa jadi jalan kebaikan atau kehancuran
→ semakin banyak, semakin besar hisabnya
Menurut prasasti Pasir Kapal bertanggal 25 Februari 1293, para prajurit Mongol sudah berada di pulau Serutu selama 10 hari ketika prasasti dibuat. Lima ratus kapal di bawah pimpinan Jenderal Shi Bi & navigator Uyghur Ike Mese, diperkirakan tiba di Serutu 15 Februari 1293
Niccolò Machiavelli dalam bukunya The Prince mengatakan:
“Bersekutu dengan kekuatan besar untuk mengalahkan tetangga adalah sebuah kesalahan strategis. Jika Anda menang, Anda akan berada di bawah kekuasaan yang lebih besar; dan jika kekuatan sekutu tersebut kalah, Anda akan tetap sendirian dan tanpa perlindungan menghadapi tetangga yang marah, dan akan hancur.”
Orang Indonesia ini kesibukan ngurus shalat, haji, umrah dan puasa orang lain seperti semua anggota ormas surga.
Coba sesekali injek tanah lalu sadar. Bacot loe dari mana ngurus ibadah saya?
Btw, teknik dinding ini bukan dinding bata rangkap namanya tapi dinding bata berongga.
Sepengetahuan saya untuk dinding bata berongga memang kurang populer pengaplikasiannya pun di zaman kolonial. Kita lebih banyak menggunakan metode dinding 1 bata (rangkap) untuk perumahan kolonial karena bata tersebut selain adalah partisi juga dianggap sebagai struktur masa pada sebuah bangunan.
Lalu sejarahnya mengapa teknik bata rangkap jarang diadopsi masa kini, selain biaya pekerjaan akan bertambah 2 kali lipat serta semenjak mulai maraknya penggunaan beton bertulang turut melepaskan kewajiban dinding sebagai load-bearing.
Lalu muncul lagi masa-masa perumahan nasional zaman orde baru sekitar tahun 70an yg juga berkontribusi terhadap memudarnya teknik pertukangan lampau karena beberapa hal, diantaranya adalah....
Ali Larijani menggunakan filsafat Immanuel Kant untuk bikin grand strategy keamanan nasional Iran sekaligus doktrin perang asimetris. Edaan anjir.
Singkatnya, tahun 2015 pas acara rapat PBB, Ali Larijani ketemu Henry Kissinger.
Kissinger tanya kapan Iran akan meninggalkan ideologi revolusioner dan menjadi negara yang pragmatis karena “kelelahan”?
Ali Larijani balikin: Kapan Amerika Serikat yang “kelelahan”?
Larijani mengacu pada gagasan Immanuel Kant tentang “perpetual peace”, bahwa konflik tidak berakhir karena kemenangan moral, tetapi karena kelelahan. Negara berhenti berperang saat biaya sudah tidak lagi sebanding dengan hasil.
Ini jadi pondasi doktrin perang asimetris Iran.
Iran ga niat nurut sama Amriki, karena pengen bikin Amriki mundur sendiri.
Caranya sederhana: Bertahan lebih lama. Menekan Amrik terus. Membuat konflik menjadi mahal, panjang, dan melelahkan.
Kalau lah Trump baca buku ini, pasti dia mikir dua kali buat ngajak Iran perang wkwk.
Bangkalan, daerah yang caroknnya masih lumrah, peternak mengumbar ternaknya di sawah atau daerah yg banyak rumputnya, tapi di Sumenep, daerah yang caroknnya udah jarang, kambing dan sapi semua dikandangi.
Apa yg bisa kalian simpulkan?
Perang ini tidak akan berakhir selama paling sedikit 6-9 bulan. Tidak akan kurang dari itu.
Tentang membangun ulang, Roro Jonggrang juga tidak akan bisa membangun ulang infrastruktur yg rusak.
Di Kuwait dulu 10 tahun HANYA memadamkan api dari ladang minyak.
Kita bahas MOTOR AROGAN yang satu ini. Story gua sama Harley dimulai pas punya duit lebih, terus mau beli Ninja. Diketawain sama istri katanya ga pantes. BANGKE emang. Tapi gua bersyukur jadi ambil Sportster waktu itu dan jatuh cinta sama Harley. Mahal gak ngerawat ini? Gw jelasin pake threads ya👇 Siapa tau kalian mau beli tapi penasaran sama biayanya.
Guys kata Benix saham bank-bank besar Indonesia itu harus nyungsep. Dan itu bukan berita buruk. Itu justru syarat wajib kalau Indonesia mau maju.
Gw jelasin kenapa.
Bank BRI sekarang sudah di bawah Rp3.600. Dua tahun lalu waktu semua orang bilang bakal ke Rp6.000 bahkan Rp7.000 Benix bilang tidak. Bahkan prediksinya bisa turun ke Rp3.000-an.
Sekarang terbukti.
Tapi ini bukan soal sahamnya naik atau turun. Ini soal sesuatu yang jauh lebih fundamental.
Net interest margin selisih antara bunga yang bank bayar ke nasabah penabung versus bunga yang mereka tagih ke peminjam Indonesia tertinggi di dunia.
Bukan Asia Tenggara. Bukan Asia. Dunia.
Purbaya sendiri yang bilang itu.
Lu nabung di bank dapat bunga 3 sampai 4 persen. Lu pinjam dari bank yang sama bayar bunga 10 sampai 13 persen. Selisihnya itu yang masuk kantong bank.
Hasilnya Bank Mandiri laba Rp56 triliun tahun 2025. BRI Rp57 triliun. BCA Rp57,5 triliun.
Kok mirip-mirip semua? Benix curiga ini sudah mengarah ke oligopoli. Dan KPPU perlu cek itu.
Sekarang bandingkan dengan Vietnam.
Vietcombank bunga pinjamannya 2,58 persen. Bahkan bank mikro di Vietnam bunganya bisa 1,2 persen. Dan GDP Vietnam 2025 8 persen. Tahun 2026 mereka target 10 persen.
Indonesia? Masih berjuang mau tembus 5,3 persen.
Dan Benix bilang korelasi itu bukan kebetulan.
Kalau bunga kredit 13 persen pengusaha tidak berani ekspansi. Tidak berani beli mesin baru. Tidak berani hire karyawan. Karena seluruh profit habis buat bayar bunga bank. Mereka jadi perusahaan zombie hidup cuma untuk memperkaya banker.
Petani ambil kredit untuk modal tanam profitnya habis bayar bunga. Nelayan ambil kredit untuk beli solar asetnya disita karena tidak bisa bayar.
Sementara bankernya cetak laba puluhan triliun.
Dan modalnya dari mana? Dari uang pajak rakyat. Pemerintah kucurkan dana ke bank Himbara supaya diputar ke bawah. Tapi ternyata malah dipakai beli Surat Utang Negara yang bunganya dibayar pakai pajak rakyat lagi.
Jadi rakyat bayar pajak dua kali. Dan kalau mau pinjam duit pajaknya sendiri bayar bunga 13 persen.
Solusi Benix ada dua yang paling masuk akal.
Pertama permudah izin bank asing masuk Indonesia. Undang bank Vietnam. Bank China. Bank Jepang yang terbiasa bunga rendah. Biar kompetisi memaksa bank lokal turunkan bunga.
Kedua kembangkan pasar obligasi dan pasar modal supaya perusahaan punya alternatif pendanaan selain bank. Kalau perusahaan bisa IPO atau terbitkan obligasi bank tidak lagi punya monopoli akses ke modal.
Dan ini yang paling penting dari semua yang Benix bilang.
Saham bank nyungsep bukan tanda ekonomi rusak. Itu tanda sistem sedang diperbaiki. Profit bank yang berkurang artinya pengusaha yang membayar bunga lebih sedikit. Artinya ada lebih banyak uang yang berputar di ekonomi riil. Artinya lapangan kerja bisa tumbuh. Artinya GDP bisa naik.
Vietnam sudah buktikan itu.
Kita masih terdiam melihat banker-banker kita cetak rekor laba sementara UMKM di bawah megap-megap bayar cicilan.
Martyr Ali Larijani recounts a meeting with Henry Kissinger, where Kissinger stated that after World War II the map of the region was drawn and states were assigned their place, with only two exceptions left outside full control: Iran and Egypt.
Larijani describes rejecting the premise of a “strategic relationship,” framing Iran as a civilizational actor that resisted incorporation into that post-war order and continues to operate beyond it.
Reporter: There are reports that you could be attacked too by US and Israel.
Iran foreign minister: I am not afraid of anything, let them target me. They are already targeting banks, schools and civilians.
He said all of this with a smile on his face and complete calmness.
If you want to learn anything from Iranians, learn patriotism, selflessness, resolve, and courage from them.