Két győzelemmel zártuk le a szezont.
Voltak emlékezetes, de nehezebb pillanataink is, egy dolog viszont végig változatlan maradt: a támogatásotok. Minden alkalommal különleges és megtisztelő érzés ezt a mezt viselni. Büszke vagyok a csapatra, a stáb minden tagjára és a szurkolóinkra is. Köszönjük, hogy egész évben mellettünk álltatok, bárhol is játszottunk.
Most a feltöltődés kerül előtérbe, de már a következő kihívásokra készülünk. Találkozunk szeptemberben! 🇭🇺
With the 25/26 season now behind us, we know it wasn’t the one we all hoped for, but we never stopped fighting. Thank you for your incredible support through every moment. We’ll learn, improve, and come back stronger next season.
And to you two absolute legends of the game…
3 seasons shared together, countless memories. Not just trophies and moments, but standards, leadership, and lessons that will stay forever. Thank you both for everything you gave to this club and community. Your legacy will always be part of LFC. ❤️
YNWA
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
fans arsenal musim ini harusnya ga usah terlalu sedih, mereka sampe final ucl plus juara liga
yg harus sedih itu klub yg 2 tahun tapi 0 tropi wkwkwkwkwkwkw
Hari ini baca tulisan dari beberapa fans arsenal mengenai “banter dengan respect”
Jadi beberapa fans arsenal ga terima soal akun yg bawa2 foto trofi UCL karena abis dia kalah.
Aku respons no mention aja.
Apa itu “banter dengan respect” ?
Apakah yg mengalami hal ini hanya arsenal?
Tidak.
Liverpool, manutd, chelsea dan man citu pernah kalah di final ucl menyakitkan.
Setiap kalah diledekin? Iya.
Ya emang begitu, kalah diledekin, menang berisik merayakan.
Semangat fans arsenal.
Kekalahan di final ucl emng sangat menyakitkan.
Selama dukung liverpool, aku sudah melihat liverpool kalah 3x di final ucl.
1x lawan ac milan
2x lawan real madrid.
Cepat atau lambat trofi ucl itu akan datang ke kalian.
🤝
Yang nyalahin Big Gabi, kalian coba ingat2 sepanjang musim ini berapa kali dia nyelamatin Arsenal, dengan itu mungkin bisa sedekit nenangin emosi kalian. Di match tadi pun, kalau bukan karena dia juga Arsenal bisa hancur sebelum extra time. Arsenal bisa juara PL setelah 22 tahun lamanya juga karena jasa dia yang segitu guedenya lhoo!
Bad things happen, karena mereka-mereka ini juga tidak bisa selalu sesempurna itu. Keselnya jangan berlebihan, ya! Cheers.