@onesruin βMm, Shinya...β
Kali ini, dua jari Hayuma mulai menekan liang Shinya. Hanya bagian luar dia tekan sembari mengusapkan jarinya itu tepat pada liang adiknya.
βKenapa? Kakak boleh lanjut, 'kan, Shinya? Shinya percaya kalau kakak enggak akan kasar, 'kan?β
( @onesruin. )
Hari ini hujan sudah turun dengan deras sejak pagi. Suasana abu-abu yang menyelimuti mampu membuat orang-orang enggan melangkah keluar rumah. Namun, apa daya ketika tanggung jawab memanggil mereka meninggalkan rumah tempat beristirahat dan bermalas-malasan?
@onesruin Shinya juga tidak pernah menolaknya sehingga Hayuma merasa dia dibolehkan menyentuh Shinya kapanpun dan bagaimanapun.
Pembelaan lain adalah mereka tidak sedarah. Bukankah tidak akan terlihat berdosa mengingat mereka semula dua orang asing?
@onesruin βBagaimana, sayang?β
Hayuma tertawa pelan dengan gerakan tangannya pada milik Shinya makin cepat.
βApa kamu menikmatinya?β
( @onesruin. )
@onesruin ... dan kini bergerak naik ke lehernya. Tiap bagian leher sang adik dia beri kecupan dan gigitan kecil. Dia ingin adiknya itu memiliki tanda darinya sebagai pengingat bahwa Shinya miliknya. Dia juga ingin menikmati setiap bagian tubuh adiknya itu yang sangat dia puja.
@onesruin Sayangnya, Hayuma lemah dalam menahan diri sehingga miliknya di bawah sana sudah mulai menegang. Hanya menunggu waktu sampai adiknya itu menyadarinya.
β... Shinya, kakak boleh kasih lihat sesayang apa kakak sama Shinya?β
( @onesruin. )
@onesruin Tangannya yang lain tidak bisa diam juga sehingga bergerak turun ke bagian dalam paha Shinya. Dia hanya membelai, menggerakkan tangannya dari atas ke bawah. Kalau tidak salah, dia pernah menggigit paha Shinya beberapa waktu lalu. Apakah tandanya masih di sana?
@onesruin Sabun sudah dia tuangkan tadi, memberikan aroma khas buah-buahan di sekitar mereka.
βBagaimana? Enak bukan, bisa mandi dengan santai seperti ini dan tidak buru-buru seperti biasa kalau mau kuliah atau kerja?β
( @onesruin. )
@onesruin Tanpa berkata banyak Hayuma mengangkat Shinya ke dalam bak mandi. Dia pun bergabung dan duduk di pinggir bak mandi. Tidak lupa dia bawa Shinya ke pangkuannya dan dia peluk dengan erat sembari menciumi pundaknya.
βTubuh Shinya selalu indah. Kakak suka sekali...β