Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
Ini bukan soal THR-nya, sih. Ini soal pola.
Coba mundur sebentar dari rasa kecewanya. THR itu kan bentuk perhatian, bukan kewajiban pacar. Jadi kalau tahun ini dia nggak kasih karena memang ada kebutuhan keluarga, secara logika itu bisa dipahami. Keluarga memang kadang jadi prioritas, apalagi kalau dia baru kerja 1,5 tahun dan gajinya UMR Jakarta. Kita tahu sendiri UMR Jakarta itu kedengarannya besar tapi kalau sudah dipotong kos, makan, transport... ya tipis juga.
Tapi yang bikin saya mikir justru bukan soal THR-nya. Uang jajan 50 ribu sebulan, LDR ketemu setahun sekali, dan rencana ke jenjang serius? Ini yang perlu dicermati pelan-pelan. Kalau sekarang aja belum bisa menyisihkan sedikit untuk pasangan (bahkan dari niat, bukan nominal), gimana nanti satu rumah tangga? Pernikahan itu kan pada dasarnya proyek keuangan berdua, suka nggak suka.
Saya nggak bilang dia cowok jelek ya. Bisa jadi memang kondisinya lagi berat. Bisa jadi keluarganya memang bergantung ke dia. Itu realita banyak anak muda Indonesia yang baru kerja. Tapi yang perlu kamu jujuri ke diri sendiri: apakah kamu kecewa karena nggak dapat THR, atau kamu kecewa karena ngerasa nggak diprioritaskan sama sekali? Dua hal ini beda banget.
Soal putus, menurut saya jangan jadikan THR satu tahun sebagai alasan tunggal. Itu terlalu kecil untuk hubungan 8 tahun. Tapi jadikan momen ini sebagai pintu masuk obrolan serius soal keuangan. Gimana rencana dia kalau nikah nanti? Apakah keluarganya akan tetap jadi tanggungan utama? Kamu sanggup nggak dengan kondisi itu? Pertanyaan-pertanyaan ini yang justru lebih penting dari nominal THR mana pun.
Kamu bilang jangan suruh komunikasi karena sudah dilakukan. Tapi "komunikasi" itu bukan cuma minta dan dapat jawaban lho. Komunikasi itu juga soal apakah kamu merasa didengar, dan apakah ada perubahan setelahnya. Kalau sudah bicara tapi polanya tetap sama, ya itu sendiri sudah jawaban.
Ini pandangan saya aja ya, bisa jadi salah. Tapi kalau boleh jujur, yang bikin saya lebih khawatir bukan THR-nya. Yang bikin khawatir itu kamu sudah 8 tahun tapi masih harus menebak-nebak prioritasmu di mana.
@fajarrusalem Yang punya anak cowo, bisa banget inii. Baru banget datang barangnya, aku beli sendiri buat anakkuu. Bagus bgt dan bahannya ademm 👌
https://t.co/IcHX8tD2Ec
@Jayagia_ umurku 26 tahun, tapi masih sering diginikan. bukan karena harga, tapi selera. misal aku beli baju, beberapa masih harus approve dari mamaku dulu dari segi model. gaya rambut, dan beberapa hal gitu:) so ngebaca ini bikin sedih bgt karena aku sangat relate wkwk
@tanyarlfes Harusnya pas lagi rame gitu lu langsung nyamber nder, "lagi ngambek dia gadikasih pinjem ip ku lagi, lagian minjem gabilang bilang, trus dibawa kemana mana kek punya dia aja."
@tanyakanrl Sebenarnya kamu harus mengajari pacarmu itu belajar bertanggung jawab. Jadi langkahmu ini dua kali salah. Salah pertama karena kamu menghentikan proses belajar pacarmu; kedua, kamu pakai jasa pinjol.
Yang nyari bergo adem, ringan dan nyaman dipake bisa banget cobain inii. Nemplok di kepala banget hwhw.
Ada berbagai macam ukuran. Yg size S agak pendek, cocok bgt buat olarhraga sih menurut aku..
[WANTED] Penipuan Limit Spinjam 12 Juta.
Cari freelance malah dapet penipu. Buat @oshdelina, ditunggu itikad baiknya. Nomor aktif tapi chat gak dibales, kamu sehat?
Bantu RT ya guys biar dia mau tanggunggung jawab dan supaya gak ada korban lain.
#Penipuan#Spinjam#freelance
Yang nyari bergo adem, ringan dan nyaman dipake bisa banget cobain inii. Nemplok di kepala banget hwhw.
Ada berbagai macam ukuran. Yg size S agak pendek, cocok bgt buat olarhraga sih menurut aku..