Sampai sekarang, masih
terngiang-ngiang dengan satu ayat.
"Pada akhirnya kamu akan takjub dengan cara Allah membolak balikkan keadaan hanya untuk mendengar semua doamu."
Pantes yah pahala memaafkan itu tidak terbatas. Bayangin aja kita yang ngerasain sakitnya, nangisnya, gemeternya, emosinya, sakit kepalanya, trust issuenya, tapi kita juga yang harus bisa ikhlasin itu semua, kita juga yang harus bisa memaklumi.
Sedangkan orang yang jadi masalahnya bisa dengan mudah hidup tenang & melanjutkan hidup setelahnya.
bahkan sejak di kerjaan yg ini tiap pagi gue berdoa cuma buat dibantu tenang, keep me on His and others’ good ends, dan semoga perkataan gue ga disalah pahami orang lain. gue butuh urgent itu, sisanya i believe He won’t leave me not even for a blink
Jangankan suami, boss di kantor aja kalo beneran lebih pinter bakal enak manutnya. Lha wong emg tau jalan.
Ga bentak2, ga sotoy, ga drama, ga gila hormat, berasa pula di-back up. Jadi fruit-child pun auto respect sendiri.
Itu baru namanya leadership. 👍🏻
Prinsip hidup:
- bodo amat
- nggak peduli
- not my monkey, not my circus
- atur, shay.
- okay you do you. Have the day you deserve, not gonna argue with you
Hasil:
- hidup lebih tenang
- my energy is expensive and I get to share it with those who matter
- gak gampang annoyed dan marah
- rezeki lebih gampang datang.
Turns out women get more autoimmune diseases from suppressed anger and trauma...so basically every time you don't flip a table, your immune system takes a hit. Moral of the story? Throw the fucking chair, girl. It's preventative medicine
Being in your 30s is such a fun phase, you know
One day you feel energized all day long after doing something
The next day you wake up questioning your purpose in life, why you’re even still here, and all that existential stuff
Turns out women get more autoimmune diseases from suppressed anger and trauma...so basically every time you don't flip a table, your immune system takes a hit. Moral of the story? Throw the fucking chair, girl. It's preventative medicine
Lebih tepatnya:
Kalau kamu ngerasa lebih baik dari orang lain. Berarti kamu ga baik.
Utk menghilangkan perasaan "merasa" lebih baik, aku selalu ingat ini:
Sebaik apapun diri sendiri, masih lebih baik orang lain. Seburuk apapun orang lain, masih lebih buruk diri sendiri.
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Oke rencananya adalah kerja yang agak gila-gilaan sampai menuju akhir 20an, terus mulai kerja yang santai, meniqa, punya bayi gendut, dan rencananya pengen re-branding jadi akun home-making estetik, parenting, rekomendasi home appliances keren, dan resep bento imut.