BISA NGOMONG BAIK2, GAK? YG LEMBUT GITU? GAK BISA APA GAK MAU? EMANG KITA SEJAUH APA SIH, SAMPE KAMU NYOLOT BGT?
Oh iya, baru inget, ternyata hati kita yang jauh.
Aku ngerti perasaan sender. Km cemburu kan, cowomu dekat sm perempuan selain km, yaitu kakaknya sendiri. Barangkali, di rumahmu tdk ada kehangatan seperti mereka, jadi adegan "merangkul" td tampak asing bagimu. Gpp nder, itu bukan tanda km gk waras, tapi emg km butuh psikolog aja. Go get some help , nder.
Ketika kamu memberi kpd org lain, anggaplah sedang bersedekah. Tdk perlu diingat yg sudah dikeluarkan. Tapi rasa kecewamu jg manusiawi. Biar kamu lebih tenang, anggap saja temanmu lagi susah, uangnya pas-pasan. Mungkin dia gak bilang karena malu. Dan hadiah darimu kemarin, itu tanda kamu teman yg baik.
Tuhan sedang kasih tau km kalo dia bukan org yg tepat utk jadi teman hidup. Jangan denial. Jangan mau ditenangkan hanya dg kata 'maaf, aku khilaf, gak gitu lagi'. Lepasin dia, nder. Ikhlasin. Atau, terjebaklah selamanya bersama dia. Pilihan terakhir namanya nekat, aku gak rekomen 🙅🏻♀️
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena 𝘀𝗶𝗸𝗹𝘂𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗿𝗼𝗻𝗶𝘀 𝗱𝗶 𝗸𝘂𝗹𝗶𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗹-𝘀𝗲𝗹 𝗶𝗺𝘂𝗻.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "capture–release–recapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
@keluhkesahkonoh Beruntunglah kamu nder, gak perlu capek2 untuk seleksi calon suami, tapi semesta sendiri yg nunjukkin ke kamu kalo dia gak baik dan gak layak. Bersedihlah sebentar. Kemudian tegakkin kepalamu, di luar sana pasti masih ada laki2 baik itu 👍🏻
@tanyarlfes Dia tdk sdg merendahkan kamu. Dia cuma berusaha mengerti kondisi kamu dg tidak menjadi beban. Kamu terlalu sensitif sama ucapannya, sampai gak sadar kalo niat dia baik. Jadi chill aja ya kak 👍🏻
@sbmptnfess Aku juga pernah pas cape bgt, mikir: lebih enak die, kali ya? Gak cape mikir, gak cape hidup. Tapi gitu doang, sesudahnya aku tetep stress :)
@christianvctrs Aku suka nabung. Pernah kepikiran, kalo aku naruh duit di reksadana sejak kuliah dulu (sekitar 2015), apa mungkin sekarang aku sudah financial freedom? 🤔
@stobeliis Sejauh ini belum ada yg bikin kaget, soalnya sebanyak yg dihabiskan untuk keluarga, belum pernah sampai di titik kekurangan. Alhamdulillah selalu dicukupkan.
@18fesss Gpp nder. Itu tandanya kamu org baik. Sesekali egois & menikmati milikmu itu wajar kok. Tanamkan dalam pikiran kalo kamu manusia biasa, bukan manusia yg bisa terus memberi. Kamu juga perlu diisi, dipenuhi tangkinya, entah dengan cinta, atau segelas es teh manis.