Tolong jamnya di kasih tau dong min selesai jam berapa :) masa sampe dengan selesai doang :) masa mau air mati 2 hari lagi :) yang bener aja @tirtabhagasasi
Ya Allah punya samping tetangga baik mau bagi bagii air grgr pam mati itu juga rezeki dan berkah ternyata😭😭💗Alhamdulillah
Emang setan pdam air mati dari pagi buta sampe skrng ga idop idop😡😤😤😤😤😤
Pam jaya heran bgt dah. Kemarin pengumuman air mati cuma dari malem sampe subuh.
Pemulihan bertahap sampe ke siang.
Ini dari subuh boro2 nyala2, udah siang jg masih mati. 🫵
cara parenting ibu Kenkulus (Chika):
- cemilan buatan sendiri,
- tidak kenal jajan sembarangan
- jam 8 malam sudah tidur, bangun jam 3.30 pagi karena hormon pertumbuhan terbesar saat malam
- kenalkan buku sejak lahir, latih 7 sistem sensori
- libatkan Ken di kegiatan sehari-hari
- Tidak langsung benarkan jawaban anak
- biarkan berimajinasi dulu, baru arahkan
- Kenalkan kegagalan sejak dini
- sengaja buat kompetisi kecil & biarkan kalah
- fokus bukan pada kepintaran akademis
- tapi bangun fondasi karakter, empati,
Bayikku hari ini hebat banget MasyaAllah makan tekstur lumat kental tanpa air :”) bangga bgt bgt bgttt ga meredam emosi kaya biasanya aaa pinternyaa bocilqq😭😭 nangyzzz
Bawaan mewek trus grgr haid ah ela
Tolong jawab jujur : Apakah ini murni kesalahan karakter si anak, atau lingkungan keluarga yang menciptakan monster❓Gimana pendapat kalian??
-Pak Tata, Ayah Taufik ini punya empat orang anak
-Anak pertama perempuan, sudah meninggal dunia karena sakit
-Anak kedua laki-laki, masih hidup dan tinggal di Garut."
-Pak Tata bilang bahwa anak keduanya ini juga bermasalah, seorang pemabuk, sering berkelahi, dan sudah dua kali bercerai.
-Anak ketiga si Taufik Hidayat
-Anak keempat bungsu laki-laki juga, sudah meninggal dunia secara tragis akibat overdosis obat-obatan
-Kematian anak bungsunya inilah yang menjadi salah satu pemicu Bunda Taufik mengalami depresi berat hingga meninggal dunia.
-Kalau kalian pikir perlakuan ke mantan istrinya ini sudah kelewatan, tunggu sampai kalian dengar apa yang dia lakukan ke orang tua kandungnya.
-Sang ayah, Pak Tata, pernah nyaris kehilangan nyawa karena kepalanya dihantam balok kayu oleh Taufik saat sedang mencangkul di sawah
-Pemicunya apa? Sangat sepele dan tidak masuk akal. Taufik ini yang pengangguran mengamuk hanya karena di rumah nggak ada lauk ikan untuk dia makan.
-Gimana mungkin ada anak yang tega bertindak seberingas itu ke ayah kandungnya sendiri demi urusan perut.
-Ternyata asal muasal dari sikap beringas anak-anak Pak Tata ini dari pola asuhnya sendiri, toxic parenting alias pola asuh pembiaran.
-Pak Tata sendiri mengakui kalau sedari kecil Taufik ini adalah anak emas karena dianggap memiliki wajah yang paling tampan di antara saudara-saudaranya.
-Karena fisik yang rupawan itu, Taufik selalu dimanja dan dibela mati-matian oleh sang ayah setiap kali berbuat ulah atau bertengkar dengan tetangganya.
-Hasilnya, sikap buta itu justru mematikan empati Taufik. Dan tahukah kalian, siapa korban paling tragis dari semua kekacauan ini? Sang ibu !!
-Ibu kandungnya sampai meninggal dunia akibat depresi berat. Beliau hancur secara mental melihat kelakuan anak-anaknya.
-Ada yang overdosis, ada yang pemabuk, dan Taufik menjadi pelaku kriminal.
-Sang ibu sampai sering linglung berjalan tanpa arah ke pegunungan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi kita bisa lihat, kisah ini benar-benar nyata.
Gimana menurut kalian? Apakah ini murni karena karakter Taufik yang memang sudah cacat sejak awal atau lingkungan keluarganyalah yang menciptakan monster ini?
"Tante Aku Guru 30 Tahun. Dia Bilang: 'Anak yang Paling RUSAK Bukan yang Nggak Diurus.
Tapi yang TERLALU Diurus.' Pas Dia Jelasin, Aku Merinding, Asliiii."
Tanteku guru SD. 30 tahun ngajar. Dari zaman dia ngajar nulis pakai batu tulis atau kapur sampai sekarang ujian pakai tablet.
Lebaran kemarin, dia cerita yang bikin sudut meja makan diam.
"Kalian tahu anak yang paling bikin guru KHAWATIR?"
Aku nebak: "Yang bandel?"
"Bukan."
"Yang nilainya jelek?"
"Bukan."
"Yang NGGAK PERNAH GAGAL."
Aku bingung. "Maksudnya Nte?"
Tante cerita satu muridnya. Sebut aja Alif. Dia rangking 1 sejak kelas 1. PR selalu beres. Seragam rapi. Nggak pernah telat. Nggak pernah kena hukuman.
Anak sempurna.
Sampe suatu hari, kelas 5, Alif dapat nilai 75 di ulangan matematika. Ga jelek. Tapi buat anak yang selalu 100,itu kayak dunia runtuh. Dan yg terjadi berikutnya bikin tante aku trauma sampe skarang.
Alif NGGAK NANGIS. Dia gak marah, juga nggak protes. Dia sobek kertasnya. Pelan. Satu per satu. Lalu dia duduk diam. tatapan kosong
Tanteku panik. Panggil orang tuanya. Ibunya datang. Dan kata pertama ibunya bukan "Alif kamu kenapa?"
Kata pertamanya:
"Lho, kok bisa 75? Biasanya kan 100?"
Tante aku bilang, di momen itu dia SADAR. Alif nggak takut gagal karena nilai. Alif takut gagal karena REAKSI ORANG TUANYA.
Anak itu nggak pernah diizinkan untuk TIDAK SEMPURNA.Setiap sukses = dipuji. Setiap gagal = ditanya "kenapa bisa gagal?"
Nggak pernah ada ruang untuk bilang: "Nggak apa-apa. Gagal itu biasa."
Carol Dweck, profesor psikologi di Stanford, nemuin sesuatu yang ngubah dunia pendidikan:
📊 Anak yang dipuji "PINTAR" cenderung MENGHINDARI tantangan. Karena mereka takut label "pintar"nya hilang kalau gagal.
📊 Anak yang dipuji "USAHANYA" cenderung MENCARI tantangan. Karena yang dinilai bukan hasilnya, tapi prosesnya.
Ini namanya Fixed Mindset vs Growth Mindset.
Alif punya Fixed Mindset, bukan karena dia bodoh. Tapi karena 10 tahun hidupnya dibesarkan dengan pesan:
"Kamu anak pintar. Harus selalu berhasil."
Dan pesan itu, yang keliatan POSITIF, ternyata jadi PENJARA.
📊 Studi di Journal of Personality and Social Psychology: anak yang terus dipuji "pintar" → saat menghadapi soal sulit → performanya DROP 20% dibanding anak yang dipuji usahanya.
📊 Perfectionism pada anak meningkat 33% dalam 3 dekade terakhir (Curran & Hill, 2019). Dan salah satu pemicu utamanya? EKSPEKTASI ORANG TUA yang terlalu tinggi.
Kita pikir kita sedang memotivasi. Padahal kita sedang MEMENJARAKAN.