> lgbtqia+
> pekerja seks
> pemakan babi
> rumah yg pelihara anjing
and somehow the indogs hates them more than ustad2 yang mengobjektifikasi perempuan kemudian rapist yg menjelma jadi kyai di pesantren.
"HAK ASASI MANUSIA tapi Palestinian bukan manusia!" -kata Zionist
"HAK ASASI MANUSIA tapi orang Yahudi bukan manusia!" -kata German Na*zi
"HAK ASASI MANUSIA tapi org kulit hitam bukan manusia!" -kata Org kulit putih di jaman Slavery.
Kok mirip ya? 👀
Talked to a very well educated ex-muslim feminist which is currently agnostic and i asked why she still follows alot of muslim beliefs and she goes “you cant be a feminist and muslim at the same time” and that whole conversation was very deep but ik yall aint ready for this
Kadang tiap gue packing Pokemon buat dikirim gue merasa sedang melakukan kejahatan wildlife trafficking. Benar benar menjiwai menjadi anggota team rocket.
Also day 2 tadi ada orang jadi Jeffrey Epstein tapi kemeja JEE ngeganti bendera US nya dijadiin bendera Palestine.
@comifuro you guys are not enabling pedophiles LARPer, even worse use it as a joke on top of a genocide right?
Gwe kesian banget sama perempuan yang anggap ini lucu. Ini WEAPONIZED INCOMPETENCE. Para binatang bertitit sengaja tolol goblok idiot supaya nggak pernah lagi dimintain tolong. Dan lo malah normalisasi ini sebagai jokes. See how it turns into a joke when women are doing it
Pmo today when my doctor said “drink alot” or “stay hydrated” because tahun ke tahun my standards of drinking water everyday naik WKKW today i drink 2 Liters each day(?) ish and its lowk still not enough
You're telling me there are bunch of this kind of men out there walking in sunlight while constantly imagining / guessing the private parts' colors and shapes, etc of every woman they met just by looking at their face? Based on made up beliefs that's not even from the quran...?
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
Ibu Connie Rakahudini Bakrie, menyurati Pak Presiden:
“Yth Pak Presiden Mohon maklum ini urgent matters, tolong dibaca selama di pesawat atau saat jalan2 di Perancis dan segera tlp Menhan dan Menlu. Terima kasih yaa...”