γ €
Tadinya tidak berhasrat untuk melempar canda, namun Kinan tak ingin menularkan energi lelahnya pada @saintfictions. Jadi segeralah ia pasang senyuman dibarengi tanya.
"So... Lembang, is it? Atau lu ada ide lain?"
γ €
γ €
Tampaknya secercah semangat yang Kinan rasakan belum mampu menghapus lelah yang bergelayut penuh di wajah. Kala bersitatap dengan Johan dan tingkah polanya yang melempar pertanyaan, Kinan spontan menyambut bahu si pemuda dengan tepukan pelan.
"Ready kok, nggak perlu PO."
γ €
γ €
Ruang ketiga, yang ia harap bisa jadi tempat beristirahat melepas lelah, harus ia bagi bersama Arin, si bungsu. Lama-lama terlintas di kepala Kinan, apakah ia termasuk bagian dari konstruksi sosial bernama keluarga, atau hanya kebetulan seatap dan se-kartu keluarga?
γ €
γ €
Sebuah ruang pribadi terasa mewah. Dalam naungan sederhana berkamar tiga, ia tak pernah punya tempat. Ruang terbesar sudah pasti milik Abah yang perlakukan ibu layaknya penumpang. Ruang kedua milik Karang Hanandaru, adik Kinan yang keberadaannya lebih terasa seperti duri.
γ €