sedih banget…
guys tolong up kasus ini. gue selalu perih tiap berita ttg Papua. mereka disana bener bener jauh keadaannya dgn kita.
alamnya dikeruk habis habisan, tapi penduduknya miskin. ditembaki pula. yaAllah
Karya filosofis Aristoteles yang berjudul "On Generation and Corruption". Karya filsafat klasik ini mengeksplorasi proses mendasar mengenai perubahan, serta bagaimana segala sesuatu di alam semesta terbentuk dan akhirnya hancur. Aristoteles menganalisis perbedaan antara pertumbuhan organik dan transformasi zat melalui prinsip sebab-akibat. Fokus utamanya adalah memahami fenomena alam yang menyebabkan materi berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya.
Aristoteles membedakan dua bentuk perubahan berdasarkan kategori perubahannya: Perubahan Zat (Generation/Corruption). Ini adalah perubahan dalam kategori substansi. Dalam proses ini, sesuatu muncul menjadi ada (kejadian) atau berhenti ada (kelenyapan) secara keseluruhan. Tidak ada subjek yang tetap bertahan sebagai benda yang sama; misalnya, ketika materi berubah sepenuhnya dari satu jenis zat ke zat lain. Pertumbuhan (Growth). Ini adalah perubahan dalam kategori kuantitas. Dalam pertumbuhan, subjeknya (seperti makhluk hidup) tetap ada dan mempertahankan identitasnya, namun ukurannya bertambah besar melalui asimilasi materi tambahan (seperti nutrisi).
Lebih lanjut dalam karya “On Generation and Corruption” menurut Aristoteles kualitas yang berlawanan memainkan peran sentral sebagai blok bangunan dasar dari segala materi di dunia “sublunari”.
Aristoteles menetapkan dua pasang kualitas yang saling berlawanan: Panas berlawanan dengan Dingin, dan Kering berlawanan dengan Basah. Keempat kualitas ini berpasangan untuk membentuk empat unsur dasar. Misalnya, api adalah kombinasi dari Panas dan Kering, sedangkan air adalah kombinasi dari Dingin dan Basah.
Mekanisme Penciptaan (Generation) dan Kehancuran (Corruption) ialah sebuah siklus yang terjadi ketika salah satu kualitas dalam sebuah unsur dikalahkan oleh kualitas lawannya. Jika kualitas Panas dalam "Api" (Panas + Kering) digantikan oleh kualitas Dingin, maka api tersebut "hancur" dan "terciptalah" sesuatu yang baru (dalam hal ini, Tanah, yang merupakan perpaduan Dingin + Kering).
Oleh karena itu, menurut Aristoteles tanpa adanya pertentangan kualitas ini, materi akan bersifat statis. Pertentangan inilah yang memungkinkan terjadinya perubahan kontinu di alam semesta.
—Aristoteles—
260517 tedxuniversitasbrawijaya instagram post
[Meet Main Event TEDxUniversitas Brawijaya Speaker]
Harleyava Princy
📅 Minggu, 24 Mei 2026
📍 Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya
#leyaprincy#harleyavaprincy