Jangan jahat-jahat dengan teman sekantor, jangan jahat-jahat kalo jadi atasan, dan jangan terlalu menghakimi kalau ada yang salah juga.
Kita nggak pernah tau berapa banyak luka yang sedang dia tahan sambil tetap bekerja. Kita nggak pernah tau berapa orang yang dia tanggung pas dia lagi kerja.
Sama-sama cari makan, nggak perlu saling menjatuhkan. 🤝🏻
Aku nemu do'a yang bagus banget :
"Ya Allah, mudahkanlah segala sesuatu yang sedang aku alami. Berkahilah aku dengan rezeki yang melimpah. Tenangkanlah hatiku di setiap kekhawatiran. Kelilingi aku dengan orang-orang yang baik dan penyayang, serta ampunilah segala kekurangan dan kesalahanku."
Yth Pres @prabowo, walaupun kini menjadi sorotan dunia krn demo/kerusuhan, knp Pemerintah 🇲🇨 tidak mempunyai satu orangpun yg bisa menjelaskan apa yg terjadi di 🇲🇨 ke dunia internasional ? Kenapa tidak ada narasi sama sekali, padahal banyak jubir ? Something to think about.
🚨🚨PLEASE WATCH🚨🚨
Great message from Fathia Izzati aka @.kittendust
She is the vocalist of Indonesian band called "Reality Club"
One of the few celebrities who use their voice for Palestine
Shes so vocal from the start
This is what we need other celebrities would do for 🇵🇸
Menjadi dewasa (read: tua) artinya belajar meregulasi emosi lebih baik. Dulu kalau marah rasanya mau membakar satu dunia. Aku yang benar semua orang yang salah. If I was not happy then everybody must feel my wrath. Dih najis toxic banget.
Sekarang, I’m proud to say, aku udah gak meledak-ledak lagi. Marah beneran dalam setahun bisa dihitung sebelah jari tangan.
Kalau aku sampai marah, justru lebih banyak diam dan mikir: kenapa aku marah? Gimana menyalurkan energi yang meluap-luap ini? Mungkin, nggak, mereka ada benernya?
Kalau assessment aku kemarahan ini memang harus terjadi, aku memilih kata-kataku dengan lebih hati-hati. Istilahnya, a controlled anger.
Hasilnya, beberapa tahun ini hidup lebih tenang dan damai karena nggak mudah kepancing apalagi emosi. I guess that’s the perks of getting older? And more importantly, I’m so freaking lucky temen-temenku masih mau berteman denganku dari bocah umur 20an yang emosian sampai akhirnya mellowed down di usia 30an akhir 😂
Shame on you! You killed them at home, in the hospitals, in the ambulances, in the schools, in the mosques, in the markets, on the farms, in the refugee camps, while giving birth, while fleeing to "safety" waving white flags! The elderly, the men, women, children, aid workers, journalists and EVERYONE. You destroyed EVERYTHING to smithereens. And you still claim to be the victim! #AllEyesOnRafah
Standar halal/haram tiap orang atau keluarga itu beda-beda, kalau di LN keliatan banget mana yang mana:
1) Asal bukan babi: daging ayam atau sapi tidak masalah, tidak mempermasalahkan cara penyembelihannya.
2) Baca label, asal tidak mengandung bahan yang haram, boleh makan.
3) Harus label halal: daging ayam, sapi, atau kambing yang dibeli harus produk berlabel halal. Biasanya udah punya langganan beli di mana.
4) Gak percaya bahkan ada label halal: pernah ketemu, maunya beli ayam hidup, disembelih sendiri. Biasanya tinggal dekat masjid/jagal halal.
Semua punya dasar masing-masing, yang penting jangan maksain ke satu sama lain aja.
Oh ya, standar ini sangat penting kalau sedang: cari pasangan.
Satu-satunya pekerjaan yang jobdesknya mengabdi itu abdi dalem keraton.
Guru, dosen, dokter, perawat, bidan, PNS, ASN, you name it. Semuanya adalah pekerjaan profesional.
Pekerjaan profesional itu semua transaksional, saya berikan waktu dan expertise saya, saya dapat kompensasi.
Tidak ada kata "mengabdi" dalam pekerjaan profesional.