Menurutku, ngobrol sama banyak orang bisa kasih insight yg ga terduga. Tiap orang bawa perspektif unik yg mungkin ga ada di buku.
Percakapan seringkali bikin kita mikir ulang atau ngebuka wawasan baru yg sebelumnya ga pernah kita pertimbangkan. Kadang dari obrolan singkat aja, bisa dapet pelajaran hidup yg dalam.
Mungkin ini karena manusia itu kompleks, punya pengalaman dan cerita yg beda2. Dan betul, pikiran manusia itu memang ga terbatas. Selalu ada hal baru utk dipelajari dari orang lain.
Menurutku, kombinasi antara baca buku dan ngobrol bisa jadi cara efektif utk memperkaya wawasan. Buku kasih fondasi, ngobrol kasih realitas. Dua2nya saling melengkapi dalam proses belajar kita.
Gimana menurut kamu?
Pernah ngundang 2 pejabat pemerintah selevel eselon 1 dengan latar belakang IT. Datang dgn mobil innova, tanpa pengawalan, hanya sendirian saja. Andaikan semua pejabat seperti itu, mungkin nilai positif akan menular sampai ke bawah, bahwa abdi negara memang seharusnya bersahaja.
Gue punya temen cewek namanya Amel.
Pintar, mandiri, dan waktu nikah semua orang bilang dia beruntung banget.
Suaminya kerja bagus
penghasilan oke,
sayang banget sama dia.
Dan karena semua itu Amel berhenti kerja.
Ngapain capek-capek, suami gue udah cukupin semua.
Gue nggak bilang apa-apa waktu itu.
Karena secara logika masuk akal.
Tahun pertama sampai ketiga
semua baik-baik aja.
Amel ngurusin rumah.
Suami cari duit.
Hidup terasa lengkap.
Tapi pelan-pelan gue mulai notice sesuatu.
Amel yang dulu berani berpendapat mulai jarang ngomong kalau beda pendapat sama suaminya.
Amel yang dulu spontan mau nongkrong sekarang selalu nanti tanya suami dulu.
Dan waktu gue tanya "Mel, lo nggak kangen kerja?"
Dia jawab "Kangen sih.
Tapi nanti suami gue ngerasa nggak dibutuhkan."
Tahun kelima semuanya berubah.
Kantor suaminya kena efisiensi besar-besaran.
Di-PHK tanpa pesangon yang cukup.
Dan tiba-tiba satu penghasilan yang selama ini jadi satu-satunya sumber kehidupan mereka, hilang.
Amel mau balik kerja.
Tapi gap-nya udah 5 tahun. Industri udah berubah. Koneksinya udah banyak yang putus.
CV-nya terasa ketinggalan zaman.
Dan yang paling berat bukan soal keuangannya tapi soal dynamic yang berubah di dalam rumah tangga mereka.
Suaminya yang tadinya provider tiba-tiba merasa kehilangan identitas.
Dan Amel yang tadinya dependent tiba-tiba harus jadi tulang punggung tanpa persiapan apapun.
Dua orang yang saling sayang tapi nggak siap untuk skenario yang seharusnya mereka antisipasi dari awal.
Dan ini yang gue pelajarin dari cerita Amel.
Punya penghasilan sendiri bukan soal nggak percaya sama suami.
Bukan soal "gue harus mandiri karena suami gue pasti selingkuh."
Bukan soal emansipasi yang dipaksain.
Tapi soal satu hal sederhana yang sering kita lupa
Dunia ini nggak berjalan sesuai rencana.
Dan lo nggak bisa mendelegasikan seluruh ketahanan hidup lo ke satu orang.
Suami yang baik bisa kena PHK.
Suami yang sehat bisa tiba-tiba sakit.
Suami yang setia bisa burnout dan berubah.
Dan kalau di titik itu lo nggak punya apa-apa atas nama lo sendiri bukan rekening, bukan skill, bukan network lo nggak punya pilihan.
Dan ketiadaan pilihan itu yang paling berbahaya bukan karena lo miskin, tapi karena lo jadi terpaksa bertahan di situasi yang harusnya bisa lo tinggalkan.
Amel sekarang udah balik kerja.
Prosesnya nggak mudah dan nggak cepat.
Tapi dia bilang satu hal ke gue yang gue inget sampai sekarang
Gue bukan nggak percaya sama suami gue.
Gue cuma nggak mau jadi orang yang nggak punya pilihan kalau hal yang nggak gue inginkan terjadi.
Punya penghasilan sendiri bukan ancaman buat rumah tangga.
Itu justru salah satu fondasi yang bikin rumah tangga bisa bertahan karena dua orang yang saling backup jauh lebih kuat dari satu orang yang nanggung semuanya.
R.A. Kartini udah bilang ini lebih dari 100 tahun yang lalu.
Dan kita masih debatin hal yang sama.
Pandalungan arah timur stop di bekasi, tapi arah barat tidak stop bekasi, aneh juga ya menganggap ada pnp naik di bekasi tapi tidak ada yg turun di bekasi? @KAI121
Pingin cerita deh pengalaman belajar yg berkesan di negeri orang.
Waktu saya s2 di Goldsmiths University of London, saya punya dosen yg saya kagumi. Namanya sampe saya tulis di essay Chevening saya. Berharap suatu saat bs dibimbing sama beliau.
Sayangnya pas saya sudah diterima, saya cuma bisa merasakan satu semester kelas beliau, krn setelah itu beliau uda bersiap2 mau pindah ke New Zealand.
Ada dua momen yg bikin saya selalu ingat sama beliau. Yg pertama ketika kami, mahasiswa S2, baru awal2 masuk kelas. Anak Flores, NTT, ini tetep aja minder. Bahkan pas mau ngasi pertanyaan, saya sempet blg, 'I'm sorry, Professor, this might sound like a stupid question..'
Belum selesai ngmg, beliau memotong kata-kata saya dgn blg, 'Maria, there is no stupid question. We're all here learning from each other. And please call me by my first name. Aeron.'
Saat denger itu, rasa takut saya langsung hilang dan ga pernah ngerasa grogi lagi.
Pengalaman kedua, waktu kami sekelas nge-beer bareng seusai jam kelasnya beliau. Sembari ngobrol, beliau ini blg, kalian besok2 kalo sudah jadi sukses di bidang kalian masing-masing, jangan lupa kontribusi ke masyarakat. Yg saya inget kata-kata dia tuh, 'Knowledge is a responsibility'
Bahwa menjadi pintar artinya itu sebuah privilege yang ga boleh disia-siakan untuk kepentingan pribadi.
Keren sih. Bangga banget pernah ketemu orang2 kaya gini.
Kalo mau jadi quick win yang berani dari Pemprov DKI, upgrade jalur Pulo Gadung sampai Harapan Indah jadi BRT, kasih separator khusus jalur BRT sampai batas Jakarta
Koridor 15 baru udah bisa di depan mata itu, apalagi program utama Pemprov yg sekarang Transjabodetabek kan hehe
@DKIJakarta@pramonoanung@dishubjakarta
(FR, 28 September 2025)
Tidak ada lagi KA Reguler Komersil Pulau Jawa menggunakan sarana Ekonomi AC split 106 TD (Kursi Tegak Berhadapan)
KA terakhir dengan menggunakan sarana K3 AC split pada 27 September 2025 pada KA Matarmaja (KA 269 & 270)
📌 Rabu, 16 Juli 2025
ℹ️ Secara resmi sudah tidak ada lagi KA Jarak Jauh reguler dengan layanan Kelas Bisnis di Pulau Jawa.
ℹ️ Layanan Kelas Bisnis terakhir berdinas pada Selasa, 15 Juli 2025 pada KA Gumarang & KA Tegal Bahari.
Ketika Jakarta punya gebrakan untuk membuka taman dan perpustakaan 24 jam, maka @BanggaSurabaya punya gebrakan untuk masang pagar di Jembatan Suroboyo biar bisa ditutup sewaktu-waktu. ☺️
Salah satu masalah utama kita adl lemahnya penegakan hukum. Pemimpin yg dianggap sukses adl pemimpin yg kaya raya sedang yg tdk kaya dipandang melarat. Kita kehilangan panutan spt Agus Salim yg, sbg pemimpin, merasa kaya meski hidup serba kekurangan. Ditulis oleh Sukidi (KOMPAS)
Coba yg dalem kota ada Blok M - Pulogebang via Koridor 13 ya... Biar orang Cakung bisa ikut ngeramein Blok M gituuu... wkwkwk 😆
Sama Pulogebang - Pasar Baru deh idupin lagi, rame tuh dulu pas jalan 👌🏻
Unpopular opinion:
Dear manteman, mending hunting rumah-rumah second ex BTN di sekitaran Jakarta deh ketimbang tinggal di 35m² 🙏🏻
Emang sih jadul, tapi kawasannya udah terbangun dan lahannya luas & manusiawi.
Sincerely, yang pernah bantu jual rumah temen 600 jut di Twitter.