🚨| WATCH: Speed starts SPEAKING INDONEISIAN after FINALLY scoring his first goal against Khvicha Kvaratskhelia in their FIFA 1v1 😭😭🔥
"SANTAI, SANTIA" 🇮🇩
Mau sungkem tiap liat educated muslim ngejelasin sesuatu dg presisi dan mudah dipahami utk pertanyaan2 basic kayak gini.
Keren aja gitu 🥹👍🏻
Ada yg nanya knp tiap sholat harus pake bhs Arab?
Bukannya Tuhan yg kita sembah Maha Tahu dan harusnya paham semua jenis bahasa?
Jawabannya brilian sekali! Keren!!!
Komentar di grup FB
Selain penempatan posisi, pemilihan pemain John Herdman juga perlu dipertanyakan.
Kalau lu butuh Free Role ataupun Advance Playmsker harusnya panggil Adam Alis atau Ricky Kambuaya.
Mereka bisa main 90 Menit, main dengan intensitas pressing tinggi dan punya daya jelajah mengisi ruang kosong.
Bukan malah maksa Thom Haye yang stamina dan posisi naturalnya bukan disitu.
Trus lu juga panggil 4 Wingback kiri
1.Shaye Pattynama
2. Dean James
3. Nathan Tjoe
4. Verdonk
BUAT APA COBA....? MUBAZIR BANGET
Football in South East Asia is where 22 local and naturalised players from 11 countries scoring weird goals and comical defending with netizens trading insults at each other.
And in the end, 16 editions done and 30 years later, Indonesia still yet to win the championship.
Mau menutup malam ini dengan ngasih kritik yang semoga membangun pemain timnas Indonesia.
Rizky Ridho:
Don’t take anything for granted. Ban kapten yang sakral itu, posisi utama di bek tengah itu sesuatu yang HARUS diperjuangkan. Banyak orang mau ada di titik itu. Perjuangkan! Pertahankan! Sudah cukup blunder di laga penentuan kualifikasi Piala Dunia dan Piala AFF tadi.
Eliano Reijnders:
Saya tahu dibandingin sama kakak itu sesuatu yang menyebalkan. Tapi lihat permainan hari ini tadi ya lo selamanya akan ada di bawah bayang-bayang beliau. Jangan heran juga kalau nggak dipanggil lagi di timnas Indonesia. Kecuali kalau lo mau keluar dari bayang-bayang itu. Come on, improve! Improve! Lo bermain di salah satu klub terbesar di Indonesia. Manfaatkan itu buat improve permainan! Setidaknya untuk mempertahankan nama lo di talent pool timnas.
Marc Klok:
Lo salah satu pemain senior. Kapten di klub pula. Come on, tenangin diri lo, Klok! Kalau pemain seniornya aja nggak tenang, grasak grusuk, keliatan menyerah, ya gimana satu tim mau naik mentalnya?
Ragnar Oratmangoen:
Main di Liga Indonesia bukan artinya liburan dan bisa setengah-setengah. Kerja keras lagi! Saya tahu kok kemampuan ente. Hanoi 2024 buktinya. Bahkan di FMD Juni kemarin ente masih main bagus! Jadi jangan menurun, plis. Timnas masih butuh ente ya akhi.
Mitch Baker:
Lupain dulu cita-cita jadi Erling Haaland. Fokus tumbuh lebih baik. You got the talent, dude!
Nadeo Argawinata:
Kesempatan pertama di timnas nggak berakhir baik. Tapi lo bangkit di klub. Tampil spektakuler, lalu kesempatan kedua itu datang. Lo nyingkirin Ernando lho. Nyingkirin Teja yang juara di klub. Tapi, puf. Kesempatan kedua itu sia-sia. Pergi gitu aja. Dan seringnya dalam hidup, nggak akan ada kesempatan ketiga. Apalagi keempat.
Ini SMA Seiwa Gakuen. Identitasnya dribble school. Di Jepang aja, model2 Seiwa ini sangat nggak umum krn punya doktrin teknik individu di atas segalanya. Jadi kolektifitas bukan yg paling penting.
Bahkan andai kalah dlm pertandingan, jika pemain Seiwa mampu melewati 2-3 lawan dgn trik yang keren, sudah dianggap pencapaian.
Walau nggak umum, tapi keberadaan Seiwa Gakuen ini tetap sangat dihargai krn menjadi produsen winger/playmaker unik.
Akademi2 klub pro sering memantau lulusan Seiwa Gakuen untuk mencari pemain yg punya kemampuan hebat dlm 1v1 utk menembus lawan yg pakai low block.