Dari Adidas birunya sudah iconic banget, terutama dari box product mereka dengan logo trefoil.
Dari Mercedes bawa sejarah terkait transporter mobil balap mereka di 1955.
Trus jadi Biru Italia yang menyasar ke salah satu driver itu gimana ceritanya? 😭
Aku cuma nanya loh.
Kalo diliat2, pak prabowo ini kalo joged emang lucu banget, in a cute way.
Pak ganjar & anies don't have this kind of ✨️gravitas✨️ when it comes to dancing 💃
Orang Indonesia bukannya nggak suka baca.
Masalahnya, beli buku legal itu mahal banget kalau dibandingin gaji (legal yaa bukan PDF hehe).
Contoh kasar:
UMP Jakarta 2026: Rp5,73 juta/bulan
Minimum wage Louisiana kalau dijadiin bulanan: sekitar Rp22,6 juta/bulan
Minimum wage New York City kalau dijadiin bulanan: sekitar Rp52,9 juta/bulan
asumsi 173 jam kerja/bulan dan kurs Rp18 ribu per dollar
Sekarang lihat harga buku.
Atomic Habits terjemahan Indonesia di Gramedia: sekitar Rp86 ribu
Itu sekitar:
1,5% gaji UMP Jakarta
Atomic Habits English di Periplus: sekitar Rp458 ribu
Itu sekitar:
8% gaji UMP Jakarta
Atomic Habits di Barnes & Noble: sekitar Rp396 ribu
Itu sekitar:
1,8% gaji minimum Louisiana
0,7% gaji minimum NYC
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat di Gramedia: sekitar Rp62 ribu
Itu sekitar:
1,1% gaji UMP Jakarta
The Subtle Art of Not Giving a F*ck English di Periplus: sekitar Rp355 ribu
Itu sekitar:
6,2% gaji UMP Jakarta
One Piece Indonesia di Gramedia: sekitar Rp45 ribu
Itu sekitar:
0,8% gaji UMP Jakarta
One Piece English di Periplus: sekitar Rp198 ribu
Itu sekitar:
3,5% gaji UMP Jakarta
One Piece English di Barnes & Noble: sekitar Rp180 ribu
Itu sekitar:
0,8% gaji minimum Louisiana
0,3% gaji minimum NYC
Jadi kalau orang Indonesia banyak baca manga gratisan, artikel gratisan, PDF, thread, atau rangkuman online, bukan berarti mereka anti-buku.
Bisa jadi mereka rasional.
Karena buat pekerja UMP Jakarta, satu buku impor Rp350-450 ribu itu bukan “ah cuma buku”.
Itu bisa 6-8% gaji sebulan.
Bahkan manga legal English Rp180-200 ribu aja bisa 3% lebih dari gaji UMP Jakarta kalau belinya di Indonesia.
Kalau gaji Rp5,7 juta, beli 2 buku impor aja udah kayak bayar listrik, internet, atau makan beberapa hari.
Di Amerika, buku yang sama juga mahal secara nominal.
Tapi kalau dibandingin gaji minimum bulanan, bebannya jauh lebih kecil.
Ini kenapa literasi nggak bisa cuma diceramahin:
“ayo dong rajin baca buku”
Pertanyaannya juga harus:
bukunya affordable nggak?
akses perpusnya bagus nggak?
ebook legalnya murah nggak?
gaji orangnya cukup nggak?
toko bukunya dekat nggak?
bahasa terjemahannya tersedia nggak?
Orang Indonesia rajin baca kok.
Cuma seringnya mereka baca format yang paling masuk akal buat dompet mereka.
Masalahnya bukan cuma minat baca.
Masalahnya juga rasio harga buku terhadap gaji.
strateginya benturin kelas menengah sama kelas bawah. sampe tersisa kelas bawah dan kelas atas doang. kenapa buzzer buzzer ini gak peduli? karena mereka orang kelas bawah, mereka mah seneng seneng aja dapet temen miskin laen, toh nanti masalah hidup dapet subsidi pemerintah.
@BudiBukanIntel Tapi kan... rujukannya bukan data kemiskinan ekstrem, bang Budi.
Pertanyaannya itu, apa sih KPI-nya MBG? Apa indikator yang mendasari program ini bisa disebut terlaksana dengan baik?
Selama itu tidak bisa dijawab, ya... kritik dan evaluasi juga jadi bingung kita
abang ini cerita gaji di jerman itu dibayar per jam, bukan per bulan
dan untuk upah per jam disana sekitar 13 euro
tapi dipotong pajak jadinya bersih 10-an euro
sekarang coba bandingin ke Louisiana
di louisiana minimum wage masih sekitar Rp128 ribu per jam
kalau dipotong pajak, bersihnya kira-kira Rp106 ribu-an
dengan Rp106 ribu-an itu kira-kira bisa beli:
beras 1 kg (Rp41,4 ribu) + telur 10 butir (Rp45,3 ribu) = Rp86,7 ribu
atau:
beras 1 kg (Rp41,4 ribu) + telur 10 butir (Rp45,3 ribu) + yoghurt kecil (Rp13,6 ribu) = Rp100,4 ribu
atau:
telur 10 butir (Rp45,3 ribu) + susu 1 liter (Rp24,1 ribu) + yoghurt kecil (Rp13,6 ribu) = Rp83 ribu
atau:
apel 1 kg (Rp89,7 ribu) doang, sisa dikit
sekarang kita liat New York City
minimum wage new york city itu sekitar Rp301 ribu per jam
kalau dipotong pajak, bersihnya sekitar Rp239 ribu per jam
dengan 1 jam kerja itu kira-kira bisa beli:
beras 1 kg (Rp124,4 ribu) + telur 10 butir (Rp90,1 ribu) + susu 1 liter (Rp25 ribu) = Rp239,5 ribu
atau:
beras 1 kg (Rp124,4 ribu) + apel 1 kg (Rp121,6 ribu) = Rp246 ribu
atau:
telur 10 butir (Rp90,1 ribu) + apel 1 kg (Rp121,6 ribu) + yoghurt kecil (Rp13,6 ribu) = Rp225,3 ribu
gajinya gede, tapi harga barangnya juga ikut nyolot
sekarang jakarta
UMP jakarta 2026 sekitar Rp5,7 juta per bulan
kalau dibagi kasar 173 jam kerja, jadinya sekitar Rp33 ribu per jam
dengan Rp33 ribu itu kira-kira bisa beli:
beras 1 kg (Rp15,5 ribu) + yoghurt kecil (Rp7,3 ribu) = Rp22,8 ribu
atau:
telur 10 butir (Rp26,2 ribu) doang, sisa dikit
atau:
susu 1 liter (Rp23,9 ribu) doang, sisa dikit
atau:
wortel 1 kg (Rp14,5 ribu) + yoghurt kecil (Rp7,3 ribu) = Rp21,8 ribu
tapi apel 1 kg aja sekitar Rp49,8 ribu
itu udah lebih mahal dari 1 jam kerja UMP jakarta
nah ini yang bikin mikir
pertanyaannya bukan cuma:
“kok jerman atau amerika gajinya gede?”
tapi:
“kenapa 1 jam kerja di satu tempat bisa punya daya beli jauh lebih besar daripada 1 jam kerja di tempat lain?”
padahal Indonesia punya tambang emas, nikel, batubara, sawit, laut, tanah, dan sumber daya alam segede gaban? Apakah UMR kita kekecilan? Atau barangnya yang kemahalan?
Rupiah menguat kok warga X ga ada yg marah-marah ya atau beritain yang positif tentang rupiah ya?
Apakah warga X lebih suka sentiment negatif ya karena ad “spark”nya🤔
List Professor (beneran) yang pernah gue undang/bantu-bantu undang dulu waktu jadi mahasiswa dan rate cardnya:
Prof. Boediono: 0 juta
Prof. Iwan Jaya Azis: 0 juta
Prof. Emil Salim: 0 juta
Prof. Bambang Brodjonegoro: 0 juta
Ada.
Leon Hartono ini juga salah satu orang yang bikin gw ngerti pemikiran om dan tante gua yang tajir tapi beli mobil avanza lagi avanza lagi. Mentok innova.
Udah main Silksong dan Hollow Knight, dan masih tetep sama argumen nya.
Silksong secara gameplay mechanic memang lebih advanced hollow Knight masih sederhana, tapi secara cerita eskalasinya manteb bener.