to my moots,
sorry kalo lewat tweetku yg kasar.
tp tweet kasar cuma aku ketik buat pemrentah, kaum patriarki misogonis, dan mpreg mpreg di luar sana kookk ๐
love,
espoir๐๏ธ
ah anyway mall2 besar di surabaya mulai proyek pemagaran area kompleks mall mereka.
alasannya preventif menghindari dampak kerusuhan kalau ada demo besar.
they know something wrong is going on. if this doesn't alarm u guys, idk what else @/rezim. do something.
on a serious note, i know mungkin kalian banyak penasaran sama anomali satu ini
but please, PLEASE:
if you are against this program, JANGAN. BELANJA. DI. KOPDES.
kalo kalian belanja di kopdes, kalian berkontribusi terhadap angka penjualan kopdes.
angka penjualan ini bisa jadi akal akalan mereka buat memperbanyak kopdes, which we donโt need. ๐คทโโ๏ธ๐คทโโ๏ธ๐คทโโ๏ธ
Betul banget, ini jadi concern aku juga sama pasangan.
Nama Ibu itu dipakai jadi salah satu verifikasi di perbankan dan jasa keuangan. Contohnya, kalau mau melakukan transaksi tertentu atau kalau kita lupa sama akses. Biasanya ditanyain sama pihak bankernya.
Dengan terteranya nama Ibu di undangan fisik atau digital, itu akan menaikkan resiko penyalahgunaan data Ibu kita dan resiko akses ilegal terhadap akun perbankan dan jasa keuangan tersebut.
Kita ngga pernah tau undangan fisiknya akan berakhir dibaca siapa di tong sampah. Kita juga ga pernah tau link undangan fisik yang ada nama Ibu kita akan dibaca oleh siapa.
Jadi bijaklah dalam mendisclose data Ibu kita sebagai salah satu bentuk data pribadi yang krusial.
Kalo aku jadinya ngga cantumin nama orang tua sama sekali, kalian masih nyantumin nama lengkap, nama panggilan Ibu aja atau bahkan nama orang tua di take out sama sekali?
Respon dukcapil soal pengajuan nama bayi muhammad MBG subianto:
- sesuai aturan nama tidak bisa ada singkatan
- saran MBG diganti jadi embege
- jadinya nama bayinya muhammad embege subianto
i hope kurikulum di indo ngajarin soal apa itu misogynist, patriarki, feminist, homophobic, dll. ga paham kenapa isu sepenting itu ga dituntun oleh guru/orang tua... they always talk about academic and number.
as a kid growing up in javanese culture tiap ngeliat tradisi di pernikahan where the bride should wash up her husband foot it always itching me out??? why is she acting like his maid in their supposed big happy day????