Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita.
Bukan dari ekonom.
Bukan dari analis.
Dari filsuf.
Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap.
Kalimatnya sederhana.
Tapi sangat keras:
"Pak Purbaya itu dia cuma kasir.
Mana ada kasir menghasilkan growth."
Selesai. Tiga kalimat.
Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan.
Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan:
Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia.
Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah.
Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara.
Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar.
Dia yang memastikan utang tidak meledak.
Dia yang menjaga fiskal tetap sehat.
Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan.
Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil.
Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir.
Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan.
Rakyat kecewa.
Presiden tidak puas.
Market tidak percaya.
Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah:
Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu?
Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%.
Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun.
Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah.
Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak.
Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding.
Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal.
Itu yang seharusnya ditagih.
Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan.
Dan ini yang paling miris:
Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi."
Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600.
IHSG tetap ambruk.
Market tidak percaya.
Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif.
Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya.
Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain.
Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama:
"Kalau tidak beres, copot. Sederhana."
Pertanyaannya sangat sederhana:
Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot?
Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih?
Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar?
Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting:
"Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki.
Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi."
Ini menjelaskan segalanya.
Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam.
Kenapa yang berani justru dihukum.
Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun.
Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji.
Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan.
Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki.
Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka.
Rocky Gerung benar.
Purbaya bukan masalahnya.
Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar.
Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini:
kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas,
dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat.
Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir.
Market akan tetap tidak percaya.
Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Chelsea Football Club is delighted to announce the appointment of Xabi Alonso as Manager of the Men’s Team.
The Spaniard will begin his role on July 1, 2026, having agreed a four-year contract at Stamford Bridge.
Welcome to Chelsea, Xabi!
🚨 More on Enzo Maresca's Chelsea departure. Club and Jorge Mendes were working on an exit package from last night. Chelsea board unanimous a change was needed.
Understand one of the main issues was between Maresca and Chelsea's medical department. Chelsea insistent that decisions over player workload and welfare must be autonomous from the manager.
From Maresca's perspective, he felt a lack of protection and interference leading to critical issues with ownership.
As revealed, Maresca wasn’t sick after Bournemouth. He didn’t want to speak as he assessed future.
Also understand Manchester City and Maresca have also held some talks already. This came as a surprise to many within the Chelsea hierarchy, with some feeling the Italian was distracted.
Chelsea leadership also concerned by 20 dropped points from leading positions in the EPL and UCL leading to fears of a lack of mental fortitude.
Chelsea have no plans to change their model. Less than a handful of names in contention to replace Maresca, including Liam Rosenior.🔵
Kiki Ucup, the Festival Director of Pestapora 2025, confirmed that Pestapora will officially be held on September 5-7 according to the previously determined schedule.
Jadikan Pestapora kali ini sebagai ruang bersama, ruang aspirasi, ruang bersuara. dan ruang untuk saling menjaga❤️
#pestapora2025
Official update @PestaPestapora :
Pestapora 2025 masih tetap dijadualkan pada 5, 6 & 7 September 2025. Tunggu update terbaru berkaitan bentuk penyelenggaraan selewat-lewatnya esok malam.
Ini kronologis sampai bisa jadi seperti hari ini. Makanya jangan jumawa dan flexing aja tuh kalian yang sedang di atas.
1.Katanya efisiensi, tapi jumlah menteri banyak, wamen-wamen dikasih jabatan komisaris BUMN.
2. Kenaikan PBB di berbagai daerah, sampai nilai yang fantastis, memicu demo besar terutama di Pati.
3. Di tengah himpitan ekonomi, harus menyaksikan kenaikan tunjangan DPR yg tidak masuk akal. Eh, anggota dewannya pada joget lagi di Senayan. Setelahnya banyak yang ngeles bela diri dengan statemen nggak masuk akal.
4. Provokasi bbrp anggota DPR termasuk Sahroni.
5. Pecah demo besar, jatuh korban jiwa yang dilindas Rantis Brimob.
6. Demo makin besar.
Sebuah langkah baru dalam sejarah perjalanan panjang Satria Muda telah tercipta. Perhari ini kami resmi bersinergi dan bergabung dalam keluarga besar Persib.
Transformasi yang penuh antusiasme ini akan bermuara pada satu identitas baru sambutlah, Satria Muda Bandung!
#UrangSM