Woy, biadab @Kemdikdasmen!
Kenapa hal-hal kotor kayak gini pelaksanaannya atas perintah dinas di bawah naungan kalian?? Kalau cita-cita mencerdaskan anak bangsa gak bisa kalian wujudin at least jangan ngerusak masa kecil mereka dengan cara-cara bodoh kayak gini, bangsat!🫵🏻
ketua DPRD Malang, Amithya:
"saya sebagai pimpinan DPRD kota Malang menyampaikan mohon maaf sebesar-sebesarnya atas keresahan yg harus teman-teman alami"
kalimat yg hampir ga pernah kita dengar keluar dari mulut pemerintah nowadays
"SAYA SEPAKAT UNTUK MEMBERHENTIKAN MBG" 🔥
"Biasanya anjing memang ngikut tuan rumah"
"Gaji udah UMR masih jadi anjing rezim"
I love youuu ibukkkk, jangan usik ketenangan ibu ibu dehh kataku mahh
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Ga pantes lu jadi anggota dewan, woi Nana!
Ga pantes lu sebagai perempuan pejabat malah body shaming rakyat perempuan yang kritis & pemberani kayak gitu, woi Nana!
Adu debat substansi kayaknya lu juga kalah sama Mak Denok, makanya hanya bisa menghina fisik 🤬
"kita sudah sampai pada masa kebodohan merajalela"
"ketika MBG dibela, keracunan dianggap biasa. mempertontonkan keserakahan & membiarkan negri ini dalam malapetaka" 🥹🥲
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.