Di tengah dinamika eksternal, APBN brperan sbg instrumen utk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli, dan mendukung momentum pertumbuhan nasional.
Postur APBN s.d. Mei 2026:
-Pendapatan negara Rp 1.185 triliun
-Belanja negara Rp1.365,4 triliun
-Defisit APBN 0,70% PDB
Meski tekanan eksternal masih menjadi tantangan, Indonesia tetap optimis untuk tumbuh.
Sampai akhir Q1 2026, kinerja ekonomi masih tetap solid. Indikator perekonomian terjaga baik, daya beli masyarakat juga tetap terlindungi di tengah gejolak harga komoditas energi.
Memasuki triwulan kedua, kinerja #APBNKita tetap terjaga. ๐ช๐ฝ
Tekanan eksternal masih menjadi tantangan, namun Indonesia tetap optimis menjaga pertumbuhan.
#UangKita
Ada kabar terbaru dari #APBNKita!
Menkeu pd konpersย #APBNKiTaย 11/3/26 mnympaikn Pemerintah akan terus memantau perk. situasi global terkini & memastikan stabilitas ekonomi serta daya beli masy. terjaga, khususnya di dlm rangka menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Ada kabar terbaru dari #APBNKita!
Pada konferensi Pers #APBNKita 23 Februari 2026, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kondisi #APBNKiTa masih tetap solid, sehat dan adaptif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11%. โจ
Ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi dan defisit terendah di tahun 2025.
Simak kinerja #APBNKita selengkapnya ๐
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11%. โจ
Ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi dan defisit terendah di tahun 2025.
Simak kinerja #APBNKita selengkapnya ๐
Untuk mahasiswa ekonomi, ekonom, pembuat kebijakan dan mereka yang tertarik ekonomi Indonesia
Berikut adalah buku terbaru tentang Indonesia yang diterbitkan oleh ADB.
Reza Anglingkusumo dan saya menulis satu bab mengenai kebijakan makroekonomi dan industrialisasi Indonesia.
Kami mengulas evolusi ekonomi Indonesia selama dua dekade terakhir, dengan fokus pada produktivitas, daya saing, serta peran tabungan dan alokasi investasi dalam pengembangan industri. Bab ini juga mengidentifikasi prioritas reformasi sisi penawaran, dengan penekanan pada perlunya strategi yang didorong oleh investasi dan berorientasi ekspor untuk mendukung diversifikasi menuju manufaktur dan jasa bernilai tambah tinggi.
Buku ini tersedia secara akses terbuka; tautannya tertera di bawah ini.
Please find a newly published book on Indonesia published by the Asian Development Bank (ADB).
Reza Anglingkusumo and I contributed a chapter on Indonesiaโs macroeconomic policy and industrialization.
The chapter explores Indonesiaโs economic evolution over the past two decades, focusing on productivity, competitiveness, and the role of savings and investment allocation in industrial development. It identifies priorities for supply-side reforms, emphasizing the need for an investment-driven, export-oriented strategy to support diversification into higher-value manufacturing and services.
The book is open access; the link is below
https://t.co/OZZlL1SSO0
Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh
Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi
Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?"
Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah.
Saya mengenal nama Ira bukan dari kasusnya, tetapi dari rekam jejaknya. Ia bukan sekadar perempuan karier yang sukses. Ia pernah pulang dari dunia korporasi internasional, meninggalkan posisi aman dan mapan di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Ia memimpin Sarinah, Pos Indonesia, sampai ASDP. Dan di setiap tempat, ia membawa jejak yang sama: rapi, tertib, tanpa gaduh, dan jauh dari gaya hidup glamor pejabat.
Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah.
Seorang muslimah yang menjaga prinsip, yang sudah terbiasa bekerja dalam sunyi, memberi dalam diam.
Ketika membaca kembali kisah-kisah yang dituliskan sahabat lamanya, saya menemukan potongan-potongan kecil yang justru paling menyentuh. Ira yang naik kelas ekonomi di pesawat meski memimpin BUMN besar. Ira yang memilih menginap di hotel Amaris ketika direktur lain memilih hotel bintang lima. Ira yang malah menampung teman di rumahnya ketika sang teman sedang menghadapi masa sulit.
Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang.
Terlebih ketika Ketua Majelis Hakim sendiri menyatakan dissenting opinion. Bahwa apa yang dilakukan Ira adalah aksi korporasi yang sah, dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, dan melalui proses yang transparan. Bahkan uji tuntas dilakukan oleh tujuh lembaga, termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC.
Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain?
Sebagai seorang warga negara, mantan diaspora yang dulu kembali dengan semangat ingin melihat Indonesia lebih maju, dan sebagai kader Muhammadiyah yang percaya pada nilai keadilan, kejujuran, dan kerja keras, saya merasa perlu menuliskan dukungan ini.
Bukan dukungan untuk membela membabi buta.
Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum.
Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya.
Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita.
Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri.
Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan.
Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu.
Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang.
Saya hanya bisa berharap, dan ikut mendoakan, agar proses berikutnya menghadirkan keadilan yang sebenar-benarnya. Agar suara jernih seperti pandangan Hakim Sunoto menjadi pijakan bagi upaya banding. Agar nama baik yang tercoreng dapat dipulihkan. Dan agar sejarah kelak mencatat bahwa Ira Puspadewi adalah contoh seorang muslimah profesional Indonesia yang tetap tegak meski diuji dengan keras.
Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri.
Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali.
(Ismail Fahmi)
Pesugihan Sate Gagak adalah naskah film yang idenya muncul dari potret kehidupan masyarakat kelas bawah. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk terlibat dalam proyek ini. Satu hal yang ingin saya tekankan: saya berusaha jujur dalam bercerita.
Bismillah! Langkah besar untuk kemanusiaan!!!
EMT Muhammadiyah akan diresmikan oleh WHO sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama di Indonesia.
Mohon doa dan dukungan ๐
#EMTMuhammadiyah#WHO#Muhammadiyah#MDMC#KemanusiaanBerkemajuan