Kebetulan sekarang kami jadi satu industri. Aku dan Ginka.
Ku jelaskan secara awam tugas KOMISARIS di industri ini.
Garis besarnya;
Dia mengawasi direksi,
membaca risiko,
mengkritisi proyek,
menjaga governance,
dan memastikan perusahaan tidak dibajak kepentingan non-teknis.
Nah kalau orang yang dipilih berdasarkan loyalitas doang bukan kompetensi. Udah jelas arahnya. Supaya tugas diatas GA ADA YANG REM. Direksi bisa jalan tanpa koreksi tajam, proyek bisa lolos tanpa pertanyaan keras, procurement bisa minim kontrol, dan keputusan strategis bisa lebih mudah ditarik ke kepentingan politik.
Jabatan dia murni stempel doang, untuk kepentingan orang-orang di atas.
Dan orang-orangnya kayak Ginka ini menjamur di BUMN kita.
Soooo....Good luck WNI 😂😂😂
PLEASE NORMALISASI :
• stop ngambil foto orang, terus lu post sewajah-wajahnya tanpa izin dan tujuan yg jelas.
• stop ngambil foto makanan orang, orang effort beli makanan pake duit terus mereka foto buat kebutuhan sosmed mereka, eh lu main curi dan post di akun lu gitu aja.
• stop motoin orang ga dikenal di tempat umum, ini ga sopan ya orang lain punya privasi.
• stop ngedit atau menghapus sesuatu di postingan milik orang biar jadi hak milik.
• stop mengklaim sesuatu yg bukan milik kita.
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
maaf kalo kesannya judgy tapi sendernya tipe orang yang marah kalo ga ada yang bisa turutin kemauannya ya? agak menyedihkan kalo korbanin hal2 yg disuka cuma krn ga ada temen gitu, ga nyesel?
Yang cm rumor dating gak terbukti sampe kena pukul fans di bandara. Meanwhile yg terang-terangan rasis masih bisa senyum-senyum kaya gak terjadi apapun. Fandom gila macam apa sih ini wkwkwkwk 😭
ada yg blg perasaan fans yg kecewa krn dikacangin itu invalid krn bukan di acara fanmeet & fans itu bukan satu2nya yg dikacangin
berarti kalo gue valid ya kecewa sama si itu krn pas hibye? tp entah alasannya apa dia begitu
gue bersyukur dia bukan bias gue tp maap gamau lg 😂🙏🏼
"Suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada di segelintir orang akan pelan-pelan menetes ke bawah"
Yang disebut Prabowo itu, dikenal sebagai trickle-down effect: salah satu ilusi ekonomi terbesar dalam sejarah kapitalisme modern.
Secara sederhana, ini adalah keyakinan bahwa kalau kelompok kaya dibiarkan makin kaya, diberi ruang akumulasi lebih besar, diberi insentif, atau dilindungi kepentingannya, maka pada akhirnya kekayaan itu akan “menetes” ke masyarakat bawah lewat investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Masalahnya, sejarah membuktikan bahwa teori ini sangat jauh dari kenyataan. kekayaan tidak otomatis menetes, yang terjadi justru kekayaan justru mengendap, berputar di lingkaran yang sama, lalu berubah menjadi kekuasaan politik.
Bahkan IMF sendiri pernah menunjukkan bahwa ketika porsi pendapatan kelompok terkaya naik, pertumbuhan malah justru cenderung melemah, sama halnya yang terjadi di Indonesia.
Pendeknya, trickle-down economics adalah dongeng paling sukses yang pernah dijual elite kepada rakyat miskin.
Dan dia adalah bagian dari elite yang menjual dongeng itu.