tenggat waktu tanpa hari esok sebuah hitungan mundur dalam jutaan detik dari perspektif entropi waktu bergerak mundur bersamaan dengan sejarah dan utopia hari esok adalah khayal laiknya t-rex yang meremukan museum tempat leluhur mereka diawetkan
hampir segala sesuatu mustahil untuk dirasakan secara langsung mungkinkah kemustahilan tersebut membuat seseorang kini mengharapkan output dari interaksi sosial melalui berbagai bentuk komunikasi dan nada yang diungkapnya? masihkah ada sebuah orisinalitas dalam bentuk tersebut?
berupaya memahami, meresapi, dan mengolah segala sesuatu yang lahir dari pengalaman sehari-hari, menghubungkannya dengan perenungan atas gagasan yang saya timba dari aktivitas membaca https://t.co/rE321T9b03
seseorang kerap menginginkan hubungan eksklusif di bawah sistem kerja upahan tatkala dirinya mendapati fantasi akan masa depan yang lebih baik lalu mereduksi dirinya serupa pakaian termahal yang dikenakan juragan sebuah bentuk masturbasi paling indah yang dapat dilakuka seseorang
potret warga kawasan kota industrial yang tereliminasi oleh kualifikasi standar kerja perusahaan. sepertinya cukup menjanjikan memulai ide bisnis alkohol fermentasi ataupun tembakau sintesis disini
apakah mimpi adalah satu dari sebagian banyak yang berhasil menertawai serta mengolok-olok ketidakmampuan dirimu tanpa ampun melalui rekayasa harapan dan kenyataan
memahami cinta dari bentuk pandang antara penyesalan dan keteguhan keduanya saling mengisolasi, menghapus, mengasingkan
setiap jejak masing-masing. menyeretnya ke dalam sebuah pembunuhan masa depan
memorizationโthe first respite of the powerless. a solace, a numbness, a fading space that can once again be reached, a point where the feeling of being human can reconnect, remain whole, come alive, and emotionally rise
obsesi akan keniscayaan membentuk keinginan untuk terlihat menarik dan sebaliknya segala bentuk posisi eksistensial yang ada bisa kita romantisasi lalu dikodekan menjadi biner alih-alih pujian sisanya terpresekusi menjadi objek olok-olok warga setempat
api idealnya dapat dijaga oleh โdaya tarikโ serupa pintu penjagaan gerbang mutiara di tangan malaikat, beberapa memahami kunci-kunci nya dalam isolasi mengerikan dari abad tujuh belas
pemutusan harkat alamiah membendung segala hal tak terkira sebagaimana kematian yang tersingkir dalam kerangka kehidupan kelak akumulasi peniadaan terhadapnya akan meledak berbalik meniadakan segala bentuk keberlanjutan
mungkinkah seseorang membayangkan mimpi laiknya popor dan beceng dimana peluru saling sikut dan berterbangan di tengah pekik medan perang manakala gugur ia tak memiliki apapun selain kehampaan tatkala berakhir membara ia bersimpuh di meja makan penuh perjamuan
begitu padu mengalaminya secara pekat. seolah ekosistem hasrat tertakar sesuai proporsional, diputuskan arah serta target melalui wahyu yang disampaikan sejak runtuh-bangun peradaban.
yang kini diyakini sebagai utilitas dan kegunaan
melalui kisi-kisi jendela tempatku bertanya terlintas galaksi spiral, dirinya membawaku ke tempat dimana hukum jeda waktu berlaku tanpa mengkhianati ruang membuatku tersungkur pada batas tanpa mampu mengenalinya tanpa diperbolehkan pergi;
statis tersisa pembusukan dan adaptasi
tanahku serupa ruang-ruang publik yang dicampakkan diserahkan pada sampah yang memupuk tak terhindarkan bersama hewan yang mengkoloni setiap jengkal permukaan terkutuk membusuk terlempai disekeliling buah terlarang dari pohon pengetahuan