bahan baku naik, rupiah anjlok, ruu disahkan dalam waktu yg sangat singkat, trus masyarakat e digawekke konflik horizontal.
kondisi koyo ngene isih kon sabar?
3 fenomena dalam bulan² ke depan yang akan sering kita obrolin.
Kemarau
Hujan lebih jarang, siang cenderung cerah, kelembapan menurun.
Bediding
Istilah lokal untuk udara malam dan pagi yang terasa lebih dingin saat musim kemarau.
Potensi El Nino
Kemarau bisa lebih kering, lebih panjang dan risiko kekeringan yang meningkat.
Kesan yang kutangkap: Prabowo males ketemu realita. Di luar negeri dia presiden, disambut arak-arakan, fine dining, pasukan berkuda. Serba "bangsawan", serba elegan.
Di dalam negeri? Dia "cuma" politisi yang harus bergelut sama lumpur politik, keluhan rakyat, dan kemiskinan yang nggak bisa disembunyiin di balik seragam militer. Wajar dong klo dia lebih suka "kerja keras" di luar negeri.
Tapi pertanyaannya, dulu nyapres buat apa, kalau realita negeri sendiri aja nggak mau dia hadapin?
Transisi menuju musim dingin di Australia sudah semakin tegas.
Pergerakan massa udara kering dari benua Australia makin mendukung tanda monsun timur mulai berkembang dan mendorong udara kering Australia ke Selatan Indonesia.
Tutupan awan di Jawa bagian Selatan, Bali, NTB, NTT mulai berkurang dibanding wilayah ekuator. Udara kering seperti ini membuat panas permukaan bumi cepat hilang saat malam, dampaknya suhu dini hari turun lebih cepat.
Meski belum bisa disebut musim bediding karena puncak musim dingin Australia di bulan Juli-Agustus, tapi sekarang sudah mulai terasa efeknya
Kalau rakyat tidak berani bermimpi menjadi kaya dan hanya bermimpi hidup layak. Artinya apa? Bahkan di negara ini bermimpi aja orang tidak berani saking gak ada harapannya.
Cari pasangan yang bisa lu ajak diskusi manajemen risiko, bukan cuma diskusi mau liburan ke mana.
Hidup ini perang, pastikan rekan setimmu bisa pegang senjata
Sebenernya belasan tahun yang lalu, dosen saya pernah bilang, Indonesia itu memang sengaja dibuat ga boleh maju, karena negara Indonesia dengan jumlah penduduknya dan kekayaan alamnya, memang diset sebagai negara “konsumen”. Rakyat Indonesia jadi marketnya produk teknologi, bukan produsen.
Sementara bahan baku dan segala sumber daya alam juga agar bisa dijual murah keluar negri. Misalnya saja silikon diexpor. Lalu setelah jadi chip dan elektronik, dijual lagi ke Indonesia dengan harga mahal.
Nyambung juga dengan bahasan ini dimana bagi kelompok atas tertentu, rakyat bodoh lebih mudah dikendalikan dibanding rakyat yang teredukasi.
Masyarakat bodoh dan miskin jadi santapan utama agar suara mereka mudah dibeli.
“Kepentingan rakyat tidak akan pernah bisa diwakilkan oleh orang² yang tidak hidup seperti rakyat...” [ Tan Malaka ]
aku sering pergunakan kalimat Tan Malaka di atas, kata 'rakyat' kuganti konteksnya dengan kata guru, orang miskin, penumpang KRL, dll.
dulu dosen ilmu negara gw bilang kalau tonggak suatu negara tuh ada tiga; kesejahteraan rakyat, kesetaraan pendidikan, dan keadilan penegakkan hukum.
indonesia nggak tiga2nya anjir 😭
Padahal kalo semuanya pada taat aturan perlintasan kereta, hanya bakal keluar Rp.0 aja.
Bukti kalo ketaatan itu mahal banget harganya. Pendidikan emang harus jadi prioritas nomor 1!
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Pernah terpikir nggak betapa Allah sangat menyayangi kita?
Lihatlah sel darah putih ini. Ia berkeliling di antara sel-sel darah merah, gigih mencari kuman hanya untuk menjaga kita.
Allah Al-Hafiz mengerahkan “pasukan-Nya” untuk menjaga kita 24 jam. Betapa baiknya Allah 🥹
Subhanallah. Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
Allah tidak pernah melupakan kita, tapi kitalah yang sering melupakan-Nya… 🥺
sc: Din Ganu