pengalaman netizen soal tsunami krakatau 2018:
- dia ngaku ngalamin langsung tsunami krakatau 2018
- waktu itu dia lihat air laut bergerak aneh dan surut jauh ke tengah
- dia lapor ke bmkg karena curiga ada yang tidak beres
- bmkg jawab tenang saja, itu cuma pasang karena bulan purnama
- dia tidak yakin karena di lokasi suara airnya terlalu berisik
- dari sore dia juga lihat anak krakatau agak lain, feeling-nya mau meletus
- dia teriak nyuruh orang lari ke atas, termasuk pedagang di pantai
- ternyata benar tsunami dan gelombangnya besar, bmkg baru rilis setelah kejadian
Gue termasuk yang kalo nelan obat itu malah ngedangak ke atas. Baru tau kalo ternyata ada cara yang lebih efektif yaitu dengan menundukkan kepala.
Penelitiannya juga ada. 88,6% orang yang mencoba merasa menelan kapsul dengan cara menundukkan kepala itu lebih mudah.
Kapsul biasanya lebih ringan dari air dan mengandung udara, jadi mengapung. Kalau kepala didongakkan ke belakang, seperti yang sering kita lakukan, kapsul malah mengapung ke depan mulut, menjauh dari tenggorokan. Akibatnya kapsul terasa mengganjal, sulit tertelan, atau bahkan hampir tersedak.
Sebaliknya, jika dagu ditundukkan ke dada, permukaan air di mulut jadi “mundur” ke belakang. Kapsul yang mengapung ikut terdorong ke arah kerongkongan, lalu terbawa aliran air dan tertelan.
Sumber Ilmiah:
Two Techniques to Make Swallowing Pills Easier
Menurut keyakinan saya, kalau gunung Krakatau meletus hebat maka kita akan meninggal dengan 3 cara berbeda:
1. Karena abu vulkaniknya.
2. Karena kelaparan akibat gagal panen yg disebabkan langit tertutup asap vulkanik.
3. Karena terlantar akibat pemerintah sibuk lanjutin MBG. Berkaca dari situasi banjir Sumatera yang gak juga selesai…
penemuan terbaik pas kuliah sasjep dulu: pensil mekanik terbaik anjir 😭🤣
kalau bukan gara-gara kuliah di sasjep, mungkin gue bakal mikir semua pensil mekanik itu jelek wkwkwk.
best pensil mekanik: pentel caplet 0,5 😭🫰🏼
sampai sekarang masih awet dong. selama kuliah, pulpen gue malah nggak kepake sama sekali 🤣🤣🤣
Fun fact: チクロ (chikuro) dalam bahasa Jepang berarti natrium siklamat (サイクラミン酸ナトリウム) saikuramin san natoriumu, yakni pemanis buatan yang bisa sampai 50x lebih manis dari gula pasir
Kalau di pasar, mungkin dikenal sebagai raja tawon/raja gula. Di Indonesia, sering digunakan sebagai pengganti gula pada minuman, permen, dll
Penggunaannya di Indonesia diatur sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dengan nomor INS 952 dan memiliki batas maksimum penggunaan yang diizinkan untuk mencegah risiko kesehatan