Trimo Lungo (Terima lalu Pergi). Menerima keadaan, lalu melangkah pergi.
Trimo Lungo bukan tentang menyerah, melainkan tentang tahu kapan harus berhenti memperjuangkan tempat yang tak lagi menginginkanmu.
Ungkapan Trimo Lungo tidak mengandung makna dendam. Justru ia mencerminkan kedewasaan:
"Menerima apa yang tidak bisa dipaksa, menjaga martabat, dan memilih melangkah tanpa harus membalas luka"
Suka banget sama kalimat ini;
Apa yang kamu anggap sebagai keterlambatan, bisa jadi cara tuhan untuk menyelamatkanmu dari sesuatu yang belum siap kamu hadapi.
mau dikomunikasiin 1000x pun, kalo dia gabisa ngerti dan paham apa yang harus dia lakuin juga percuma, yang ada lo jadi kayak orang gila dan dikira banyak nuntut.