Korban disiram air keras.
Luka bakar 47% di tubuhnya.
Tapi selama 2 tahun, dia diam.
Kenapa?
Karena pelakunya oknum polisi aktif.
Yang intimidasi dia.
Yang pas bawa ke RS bohong ke dokter:
"ini luka tabung gas."
Kalau bukan karena akhirnya ada kuasa hukum yang mau bantu, kasus ini terkubur rapi.
Ini bukan soal satu oknum.
Ini soal kenapa korban kekerasan butuh waktu 2 tahun dan bantuan pengacara terkenal dulu baru berani lapor ke Bareskrim , padahal aparat ada di mana-mana.
Uniform itu harusnya simbol perlindungan.
Kalau malah jadi tameng impunitas , siapa yang akan rakyat kecil percaya?
🤨🤔
momen denny sumargo gedek jubir pemerintah masih ngotot latiham militer kopdes itu niatnya bagus
Gema: Manajer koperasi butuh otak, bukan otot. 5 m4ti baru sadar.
Denny: Kasih orang seragam militer, wajar publik pikir mau perang.
Lovenia: Itu buat pembentukan karakter, Bang.
levenia : gk mungkin pemerintah mau buat perang atau sengaaja ngebunbun rakyat nya
Denny: Karakter kok pegang senjata? Sekolah manajemen aja.
Gema: Prajurit dilatih geopolitik, bukan jaga toko kelontong. Konyol.
Levenia: Sudah dievaluasi kok.
Deddy: Selalu evaluasi setelah ada mayat. SKS terus.
Tanpa sebab yang jelas, jagoan Jagakarsa melakukan pemukulan kepada pengendara motor di kawasan Jalan Raya Jagakarsa, Jaksel.
Awas lu ya abang jago, kalo keciduk jangan mewek!
Harus dibasmi ini sampah jalanan!
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
NEGARA bangun fasum❌️
NEGARA rampok SDA✅️
Gotong Royong Kumpulkan Rp1 Miliar, Jembatan Enang-Enang Akhirnya Resmi Dibuka
Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, resmi dibuka pada Kamis (2/7/2026). Peresmian disambut tepuk tangan warga yang telah lama menunggu akses tersebut kembali normal setelah putus akibat banjir bandang akhir tahun lalu.
Pembangunan jembatan dan jalan ini terwujud berkat swadaya masyarakat yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari **Rp1,08 miliar**.
Pelopor pembangunan, Sahrial Abadi, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah bergotong royong mewujudkan proyek tersebut.
Ia mengungkapkan, dari total dana Rp1.081.893.000, sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan. Sementara sisanya sekitar Rp555 juta akan dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa, seperti dinding penahan jalan, fasilitas tempat wudhu, dan penyempurnaan kawasan.
Sahrial juga menegaskan seluruh penggunaan dana swadaya akan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
ada teori gila yang lagi beredar kenapa prabowo kekeh tetap lanjutin kopdes dan MBG:
- itu kampanye secara halus
- MBG = pengusaha ,TNI, polri, parpol di beri ruang (utang balas budi)
- kopdes = manager kopdes + keluarga manager
- pelatihan komcad = persiapan kudeta
- jika kalah sudah ada pasukan yang siap bela
- kopdes + mbg+ tni + polri +asn = di tangan
- sisa masyarakat + gen z yang belum
menang atau kalah prabowo sudah siap semua kemungkinan
⚠️‼️ ORANG HILANG ‼️⚠️
💚 Tolong bantu UP & SHARE ya. Nadira masih belum ditemukan. Semua akun media sosialnya deactivate, akun WhatsApp sudah terhapus, dan SIM card diduga sudah dirusak. Hilang tiba-tiba. Mohon bantu sebarkan, semoga segera ditemukan. 🙏🥹
Ini sbnernya yang paling dikhawatirkan dari tindakan si paman waktu itu yang ngubah aturan:
Banyak pejabat lain merasa itu tindakan wajar, jadi teladan, dan bisa dijalankan asal secara aturan aman.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
Amri, 50 tahun.
Sopir truk.
Meninggal di kursi kemudinya saat antre solar di SPBU Banyuasin, 29 Juni 2026.
Bukan kecelakaan.
Bukan sakit mendadak.
Dia kelelahan menunggu berjam-jam.
Di sekitar jenazahnya: hanya beberapa botol minuman ringan , yang dia minum untuk menahan ngantuk sambil nunggu giliran.
Dan ini bukan kasus pertama.
Dalam 3 bulan terakhir, 3 sopir truk tewas di antrean solar di Sumsel.
Dua dikeroyok karena berebut giliran.
Satu mati kelelahan.
Sementara itu:
a. Organda sudah lapor: kuota dipangkas, barcode diblokir sepihak
b. Pertamina bilang: "kami salurkan sesuai kuota"
c. Pemerintah bilang: "stok dijamin"
d. Amri tidak sempat dengar jaminan itu
Negara ini kaya minyak.
Tapi sopir truknya mati demi setetes solar bersubsidi.
Siapa yang bertanggung jawab?
😡