Seperempat abad menjadi pertanda bahwa perjalanan panjang telah ditempuh, melewati jalan yang naik turun, berlekuk, dan penuh persimpangan.
Perjalanan itu mempertemukan dengan hal-hal yang dulu tak pernah diketahui, pelajaran yang perlahan membuka begitu banyak arah.
jangan jahat-jahat plis ke pekerja jasa, kakak-kakak spbu, resepsionis hotel, cs kai, perawat rs, dokter igd, mba-mas indomaret, kita semua cuma kerja coy…. mau udah selama apapun kerja di jasa ya bukan berarti kita robot yg gapunya ati… jangan jahat…
Di Jeneponto, masih banyak anak yang lebih akrab dengan game di ponsel daripada kupu-kupu di halaman rumah. Tapi Teman Turatea, komunitas ibu-ibu di sana, memilih jalur berbeda.
(Sebuah utas)
Meskipun sesulit apa pun nanti, setidaknya aku pernah bertahan pada sesuatu yang bahkan 10 tahun lalu tak pernah terpikir bisa kucapai hingga titik ini. Memang saat ini belum seberapa, tapi diberi cukup saja sudah bersyukur.
Dulu, saat merantau, aku pernah berada di titik di mana satu-satunya obat untuk rasa lapar hanyalah tidur, dan setengah porsi nasi sore kusimpan untuk sarapan keesokan harinya.
Seharian bekerja, pulang langsung olahraga, pola makan teratur, mengurangi gula, dan malamnya tidur karena kelelahan agar tidak begadang, semua itu adalah kenikmatan yang sudah lama tak dirasakan dan dilakukan.
Setelah membeli papan skateboard, muncul keinginan untuk membeli sepeda BMX juga.
Ternyata, membeli sesuatu bukan sekadar soal keinginan, melainkan tentang menghidupkan kembali kenangan yang pernah dilalui.
UMKM Tulang Punggung Ekonomi Adalah Jargon yang Bikin Saya Muak karena Menjadi Wujud Kegagalan Pemerintah Menyediakan Lapangan Kerja #Terbaru https://t.co/gF0EcJ3QnY
Ternyata terakhir aku buka file dan ngerjain skripsi 26 Desember 2024 saat revisi seminar, setelah hampir 6 bulan ini baru dibuka dan memulai dikerjakan lagi, bismillah....