Mengingatkan kalau kembali ke UUD 1945 sebelum diamandemen maka:
1) Tidak ada batasan periode presiden. Ingat Sukarno dan Suharto.
2) Tidak ada Pemilihan Presiden langsung. Mesti via MPR.
3) Tidak ada Mahkamah Konstitusi yang menguji Undang-undang buatan DPR terhadap UUD 1945.
4) Segala batasan kekuasaan Presiden hasil reformasi hilang.
guys, kalian ada yang tau kasus ini?
ada content creator fragrance di tiktok usia 13 tahun namanya Angkasa, meninggal karena tenggelam. dari yang beredar katanya tenggelam karna main sama teman-temannya. tapi teman-temannya ini tuh bungkam semua.
ibunya kemarin klarifikasi dan ceritain kronologi lengkap berdasarkan POV sang ibu. Angkasa diajak main sama temen-temen yang biasa main dan sholat sama dia. waktu Angkasa main, ibunya emang lagi pergi, dan papanya di rumah jaga adiknya yang kecil.
waktu ibunya pulang hampir maghrib, Angkasa belum sampai rumah juga. ternyata, hp, sepeda, dan uang jajan yang dikasih ibunya sebelum ibunya pergi masih ada di rumah. ibunya ngecek hpnya ternyata ada chat dari temennya ngajak main tadi siang. tapi waktu ibunya tanya ke temennya itu Angkasa kemana, temennya bilang “gatau”.
sampe malem ibunya nyari ke temen-temennya angkasa tapi gaada yg tau. sampe akhirnya ada satu anak yang jujur ke orang tuanya, kalau angkasa tenggelam di kali cisadane. dan itu posisinya udah malem. kenapa baru bilang? karena mereka semua sepakat untuk bungkam dan gamau cerita. kejadiannya ini kalau ga salah hari sabtu.
ibunya Angkasa cari bukti cctv sekitar. dan bener pada siang itu Angkasa diajak main sama temen-temennya. ada cctv yang nunjukin ke arah komplek tempat lewat menuju kali tersebut. cctv saat kedatangan mereka berjumlah 8 orang dan saat pulang hanya 7 orang, jelas Angkasa tidak ada. parahnya, barang buktinya dihilangkan. sendal dan baju yang dipake Angkasa saat tenggelam dihilangkan sama temen-temennya.
Angkasa baru ditemukan hari Senin. yang lebih sedih, dari semua orang tua temen-temennya, cuma dua orang yang minta maaf sama ibunya Angkasa. yang lainnya bener-bener datang ke rumah Angkasa seperti tamu.
masalahnya disini, ibunya Angkasa mau cari keadilan. tapi dia tau kalau dia gaada bukti. apalagi kejadian di kali cisadane yang gaada cctv nya. karna mereka ada yang bilang katanya jatuh lah, atau ada yg bilang nolong temennya yang mau tenggelam. apalagi temen-temennya itu di bawah umur semua. dia takut kalau ini dikasuskan, akan banyak menyita waktu dan pasti membutuhkan uang yang banyak. ibunya Angkasa udah ikhlas, tapi namanya seorang ibu pasti sakit hati banget. kenapa teman temannya bisa sejahat itu? kalaupun memang tenggelam dari sore harusnya bilang aja jangan disembunyikan.
liat video klarifikasinya aja guys aku nangis sesenggukan soalnya🥲
tiktok ibunya @/dewisatyanegara88
may Angkaya rest in peace🥀
Curiga ada yang nyalain jammer dan pasang Fake BTS di area food court PIM 1.
Tiba-tiba drop connection dan kalau pakai 2G bisa connect.
Kalau habis kejadian gini, jangan percaya SMS apapun dari mana pun.
Sadly, ini ada benernya 🥺
Peringatan keras buat temen2 yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst.
Ada penelitian yg ngehubungin semua itu dg risiko kematian dini yg lebih tinggi dibanding mereka yg mampu nyalurin emosinya dg baik :(
"Om, aku bolos untuk ini."
Swan, kelas 12, kabur sebentar dari pesantren demi jaga booth brand-nya sendiri: Sincerely Take Care. Semua desain dia yang bikin, dari nol. Bahasa Inggrisnya lancar banget, padahal nggak pernah sekolah di luar negeri, cuma belajar dari memperhatikan cara orang bicara. Umur 17, sudah menopang keluarganya dan pengin bantu keluarga-keluarga lain juga. Di JSD kemarin kami ketemu banyak anak muda seperti Swan. Modalnya kerja keras dan hati yang besar.
Bolos yg kayak gini saya dukung. Tapi kalau bisa jangan sering-sering, dan mending bilang ke sekolah biar ikut didukung.