“Bapa yang terhormat,
Di dalam Bab 8 dan 9, Bapa, seperti juga Karl Popper, Joseph Schumpeter, Ludwig von Mises, atau Vilfredo Pareto, percaya bahwa Marx menteorikan pemiskinan absolut kelas pekerja. Upah nominal makin lama akan makin rendah sehingga kelas pekerja...
akan tersuruk ke dalam kemiskinan absolut.”
Namun, bagaimanakah Marx sesungguhnya, di dalam Das Kapital, menjelaskan mengenai upah dalam hubungannya dengan nilai tenaga kerja, produktivitas kerja, harga kebutuhan pokok, dan harga tenaga kerja?
Tidakkah terdapat perbedaan yang sangat besar antara pendapatan pribadi miliuner ini dengan kemiskinan yang harus dihadapi lebih dari satu miliar orang?
Selengkapnya:
https://t.co/ENUz4mGZNB
Dalam beberapa tahun, Bill Gates telah menyumbangkan sejumlah besar kekayaan pribadinya kepada orang-orang termiskin di dunia, lebih dari yang pernah dilakukan oleh para pebisnis lain. Namun, hal itu tidaklah membuat perbedaan yang mendasar.
Tetapi, ada satu hal remeh yang bikin Bapa tampak hanya seolah-olah paham, yaitu pertanyaan-pertanyaan kritis Bapa terhadap teori nilai kerja.”
Selengkapnya:
https://t.co/dVDMdGI6uR
“Bapa yang terhormat,
Dari cara Bapa mengajukan pertanyaan kritis sepertinya Bapa begitu memahami pemikiran Marx, terlebih tentang teori-teori ekonominya.
“Salah satu buku yang pertama saya baca tentang Marx adalah buku Bapa berjudul “Pemikiran Karl Marx” (1999). Alasan membaca buku tersebut tentu karena Bapa dikenal sebagai seorang ahli pemikiran Marx yang mumpuni.
Namun demikian Bapa, waktu saya membaca karya Marx sendiri, saya menemukan beberapa kekeliruan di dalam buku Bapa. Ada beberapa pernyataan atau kesimpulan yang diambil kurang selaras dengan apa yang saya baca di dalam karya Marx sendiri.”
Dalam tulisan ini akan diulas bagaimana peran negara dalam proses perampasan lahan, khususnya yang terjadi di Malang Selatan
Selengkapnya di transisi: Negara dan Perampasan Lahan di Malang Selatan
https://t.co/xHIxtEeJRA
Dalam konteks perampasan ruang, negara hadir sebagai aktor yang turut menyuburkan perampasan. Ia berperan dalam memfasilitasi pelepasan aset-aset secara murah, yang pada gilirannya menjadi daya tarik bagi kapitalis untuk menyerap surplus kapital secara terus-menerus.
Penggunaan monopoli kekerasan dan definisi legalitas juga berperan penting dalam mendukung proses-proses ini. Negara dalam konteks ini, benar-benar menjaga logika kekuasaan teritorial dan kapitalistiknya.
Universitas sudah eksis sebelum kapitalisme. Dalam kehadirannya, ia terkadang menolak untuk patuh kepada dikte pasar kapitalis, memilih untuk mengejar kebenaran dan pengetahuan ketimbang profit. Akan tetapi, kapitalisme melahap apapun yang bisa ia lahap.
Sementara kapitalisme trs melebarkan dominasinya, menjadi sedikit mengejutkan bahwa universitas modern semakin patuh kepada apa yang disebut Ellen Meiksins Wood “dikte pasar kapitalis–imperatif kompetisi, akumulasi, maksimalisasi laba, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.”
Dalam situasi kalut, pemerintah meluncurkan kartu Prakerja. Pemerintah juga mengesahkan RUU Minerba dan lanjut membahas RUU Cilaka. Ini ditargetkan untuk menciptakan lapangan kerja guna mengatasi pengangguran. Namun benarkah implementasi berbagai kebijakan ini akan sesuai...
...dengan apa yang diiming-imingi pemerintah? Tulisan ini menelisiknya melalui film dokumenter “Kerja, Prakerja, Dikerjai.” Ia membuka tabir semu yang menyelimuti berbagai kebijakan pemerintah di tengah pandemi yang kian mengganas ini.
Adalah jauh lebih sulit—dan jauh lebih berguna—untuk menjadi seorang revolusioner ketika kondisi untuk perjuangan langsung yang terbuka dan benar-benar berbasis massa serta benar-benar revolusioner belum ada,...
Tugas utama Komunisme kontemporer ... adalah belajar mencari, menemukan, dan menetapkan dengan benar jalan spesifik atau peralihan peristiwa tertentu yang akan membawa massa dengan tepat ke perjuangan revolusioner yang besar, riil, final dan menentukan. (V. I. Lenin)