PERINGATAN DARURAT!
Sumpah jabatan itu pernah diucapkan dengan tangan di atas kitab suci. Kalimatnya khidmat, seakan-akan kekuasaan sedang mengikat lehernya sendiri pada nasib rakyat. Tapi begitu kursi diduduki, sumpah sering tinggal jadi bunyi, sakral di podium, ompong di kenyataan.
Negeri ini sedang berantakan, dan rakyat yang disuruh menanggung beraknya.
Harga hidup makin mencekik, ketimpangan makin telanjang, alam digebuki habis-habisan, sementara suara yang mengkritik diperlakukan seperti suara musuh.
Begitulah rupanya kekuasaan kalau sudah terlalu lama mabuk oleh puja-puji: malu ditanggalkan, telinga ditulikan, lalu setiap orang yang berani membantah dianggap bajingan.
Tai dengan demokrasi kalau rakyat cuma boleh bersuara saat suaranya menyenangkan penguasa.
Sejarah punya ingatan yang panjang dan celaka bagi mereka yang mengira rakyat akan terus lupa. Ia akan mencatat siapa yang berdiri ketika negeri ini digerogoti, siapa yang sibuk menjilat kekuasaan, dan siapa yang memilih diam ketika rakyat diinjak-injak.
#PRAYFORINDONESIA
#PRAYFORACEH
#PRAYFORKALIMANTAN
#PRAYFORNTT
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil, Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin, laahaula walaaquwwata illa billahi
Ya Allah tiadakan lah bagi mereka para pemimpin negeri ini nikmat di surga kelak, berikanlah kepada mereka balasan setimpal atas apa yang mereka tanam
Yang masih ngeyel kalo kebakaran Kalimantan itu bener-bener karna bencana rutin tahunan lalu mengkambing hitamkan cuaca, El Nino sampe angin.
Nih, Pak Aurélien Francis Brulé atau lebih dikenal Chanee Kalaweit, Ayah dari Andrew Kalaweit seorang Wildlife dan Forest Rescuer asal Perancis-Thailand yang sampe bikin Yayasan buat melindungi Owa dan satwa lainnyaa udah ngespill dari JULI 2026.
I REPEAT!!! ⚠️⚠️⚠️
JULI 2026 📢📢📢📢
jadii ini bencana memang udahh dikoar-koarkan oleh beliau since JULI 2026, tapi malah diancem, gak didengar bahkan ada narasi menyalahkan negara lain. WHAT A LOGIC 😂
Kalo udah jadi bencana besar (karna belom ditetapkan bencana nasional oleh BELIAU) baru saling tuding, yang parah bahkan cuaca dan angin yang gatau apa-apa juga kena tuduh 😂
Bayangkan betapa bahagianya satwa Indonesia jika di setiap pulau besar ada "Om Chanee" yang diberi kewenangan penuh:
Harimau Sumatra punya area cyberpunk-proof sendiri, Orangutan punya sertifikat tanah bebas gusur, dan Anoa tidak perlu deg-degan setiap ada alat berat lewat.
Tapi tentu saja, skenario itu terlalu imajinatif untuk sebuah negeri yang lebih cinta angka PDB daripada keanekaragaman hayati 🐅🦧🦌
Sayangnya Pemrentah kita lebih suka narasi "Sawit Baik" & Beton. Di dunia nyata, pohon sawit dihargai lebih tinggi daripada pohon hutan hujan karena sawit menghasilkan CPO dan devisa.
Hutan primer sering dinilai "menganggur" jika tidak diubah jadi tambang atau perkebunan, sementara beton raksasa dianggap sebagai piala emas pembangunan.
Tapi gimana lagi, emang dasarnya cacat logika.
Sistem Logika Kebijakan kita be like:
Kebijakan konservasi kita sering kali kalah telak oleh izin konsesi.
Konservasi dianggap proyek biaya (cost center), sdangkan eksploitasi alam dianggap sumber pendapatan (revenue center) 🤷♂️
Yaa walaupunn scara realitas, menunjuk satu 'figur sakti' di setiap pulau gakk akan cukup kalo sistem hukumnya masih mungut retribusi dari kerusakan alam. Konservasi kan butuh political will, penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan insentif ekonomi agar daerah yang menjaga hutannya bisa hidup sejahtera tanpa harus babat membabatt. Hehe.
Sekian.
Ironisnya, yang tidak ikut tamak merampas justru paling terdampak imbas. Bahkan di negara ini hak mereka menghirup udara segar juga dirampok paksa, para berwewenangnya sengaja tutup mata, muka tebal.
ya Allah bayangin mereka sampe keluar hutan untuk cari makanan, bukan karena mereka mau mengganggu manusia tapi karena rumah dan sumber makanannya semakin lama semakin hilang akibat ulah keserahakan manusia😭😭