Semakin dewasa, kamu mulai paham kenapa banyak orang terlihat lebih “diam”.
Bukan karena mereka nggak peduli.Bukan juga karena mereka berubah jadi dingin.
Tapi karena energi mental mereka sudah tidak sebanyak dulu.
Di umur tertentu, kita sadar:tidak semua hal harus ditanggapi,tidak semua argumen harus dimenangkan,dan tidak semua drama layak masuk kepala.
Kadang diam itu bukan kalah.Kadang itu bentuk menjaga kewarasan.
Karena hidup orang dewasa sudah cukup ramai di dalam pikirannya sendiri.
Nak, malam ini Bapak mau ngobrol serius..
“Nikah itu bukan cuma soal cinta...”
Banyak anak muda sekarang jatuh cinta, lalu buru-buru nikah. Tapi 2-3 tahun kemudian, rumah tangga berantakan.
Kenapa? Karena mereka lupa: nikah itu bukan hanya soal perasaan, tapi juga soal tanggung jawab besar.
Cinta itu mudah datangnya..
Tapi tanggung jawab itu yang bikin pernikahan kalian langgeng..
Bapak lihat banyak kasus.. suami yang gampang menyerah ketika susah, istri yang kurang sabar menghadapi kekurangan suami.
Akhirnya rumah jadi semacam medan perang, anak-anak yang jadi korban.
Bapak kasih nasihat ala Bapak:
- Pilih pasangan yang baik hatinya, bukan cuma yang cantik/ganteng atau kaya.
- Cari yang sabar, yang mau kerja sama, yang menghargai orang tua dan yang bisa diajak bangun rumah tangga.
Karena cantik bisa pudar, harta bisa habis, tapi hati yang baik itu bisa hubungan kalian langgeng.
Nikah itu bisa diibaratkan nanam pohon buah..
Kalian nggak bisa cuma nyiram pas lagi musim hujan doang. Harus sabar, rawat setiap hari, kadang kena panas, kadang kena hujan. Tapi kalau akarnya kuat, nanti buahnya manis dan bisa dinikmati anak-cucu.
Tanggung jawab suami:
- Memberi nafkah yang halal
- Melindungi keluarga
- Menjadi imam yang baik
Tanggung jawab istri:
- Mendukung suami
- Mendidik anak dengan kasih sayang
- Menjaga keharmonisan rumah tangga
Dua-duanya harus sama-sama berusaha. Nggak ada yang namanya “50-50”, harus 100-100.
Bapak dulu juga pernah muda. Juga pernah merasa “ini orangnya”.
Tapi Bapak bersyukur karena memilih Ibu kalian yang sabar dan baik hati. Bukan karena sempurna, tapi karena kami berdua mau saling mengingatkan dan saling memaafkan.
Pesan terakhir Bapak:
Nikah itu ibadah. Jangan nikah hanya karena takut jomblo atau ikut-ikutan teman. Nikah karena siap bertanggung jawab di hadapan Allah dan di hadapan anak-anakmu kelak.
CETAKAN KE-100 !!!
Alhamdulillah buku jelek ini bisa menyentuh milestone yang jauh banget. Hatur nuhun all~
Yang penasaran gimana lanjutan Murad setelah Ale pergi gitu aja dari gengnya, monggo di edisi ini ada lanjutannya.
Gassss~
CETAKAN KE-100 !!!
Alhamdulillah buku jelek ini bisa menyentuh milestone yang jauh banget. Hatur nuhun all~
Yang penasaran gimana lanjutan Murad setelah Ale pergi gitu aja dari gengnya, monggo di edisi ini ada lanjutannya.
Gassss~