Kemarin istriku lagi nyampulin buku sekolah anak-anak, satu per satu sampai malam. Aku cuma sesekali merhatiin. Awalnya biasa aja, sampai mataku berhenti di tumpukan buku si bungsu.
Semua bukunya baru, padahal sebenarnya masih bisa pakai buku bekas kakaknya. Mereka sekolah di tempat yang sama, jadi bukunya juga sama. Di kepalaku langsung muncul pikiran yang dari dulu selalu kupegang: kalau barangnya masih bagus, ngapain beli baru?
Belum sempat aku ngomong, istriku langsung bilang, "Jangan cuma karena dia anak kedua, dia harus terus pakai barang bekas kakaknya."
Aku langsung terdiam. Saat itu baru sadar, mungkin yang bakal diingat anak bukan harga atau kondisi bukunya. Tapi perasaan apakah dia juga dianggap sama berharganya, atau cuma selalu kebagian sisa dari kakaknya.
@boxxtoc Menurutku pemutus rantai kemiskinan itu adalah pendidikan. Jadi kalau mau generasi emas, yah perbaiki pendidikan juga fasilitas yang mendukung pendidikan. Termasuk pendidikan merataaa, wajib belajar 12 tahun. Udah gitu aja sekian kampange saya untuk Indonesia di 2029
Igun: Ma, lagi rame nih soal buka aib orang di medsos. Menurut Mama gimana?
Mama Dedeh: Haram itu. Allah bilang, siapa yang buka aib orang di dunia, di akhirat aibnya dibuka Allah. Jangan biasain ngomongin aib orang, wong kita sendiri juga punya aib.
Igun: Sekarang kan netizen suka ikut komentar urusan orang lain ya, Ma.
Mama Dedeh: Iya, sotoy, ngerasa lebih tahu dari yang punya masalah. Padahal dalam Al-Qur'an udah ditegaskan, jangan ngomong tanpa ilmu soal urusan orang lain. Telinga, mata, hati semua bakal dimintai pertanggungjawaban.
Igun: Soal suami yang nafkahi keluarga, itu wajib total ya, Ma?
Mama Dedeh: Wajib, tapi enggak berarti semua gaji harus diserahkan ke istri. Suami juga punya kebutuhan sendiri โ bensin, keperluan orang tua. Kalau istri ambil semua sampai suami enggak sisa apa-apa, itu enggak sesuai ajaran.
Langsung aja aku sahutin "akan kukuasai semua hartamu" pakai nada ala2 sinetron azab, si ibu malah jawab "harta opo? Wong rak duwe opo2" langsung ngakak guling2 kami semua wkwkwkw... bener2 bersyukur banget dpt keluarga baru yg sefrekuensi huhu... terima kasih Allah
Baru tiga bulan menikah, sore tadi aku nemu selembar kertas yang diselipin di dompet suami. Karena bingung, aku langsung tanya ke ibu mertuaku. Tapi respons beliau malah bikin aku syok.
๐ต Mertua
๐ฉ Aku
๐ฉ: "Bu, maaf ganggu. Aku mau tanya, ini surat apa ya? Kok ada tanda tangan Ibu sama Mas Panji, tanggalnya seminggu sebelum kami nikah?"
๐ต: (sambil santai minum teh) "Oh, kamu akhirnya nemu juga? Ibu kira Panji lebih pinter nyimpennya."
๐ฉ: "Maksud Ibu apa?"
Di surat itu tertulis kalau Mas Panji wajib transfer 70% gajinya ke rekening Ibu, dan aku nggak boleh tahu soal itu.
๐ฉ: "Ini maksudnya apa, Bu?"
๐ต: "Ya wajar dong. Ibu yang besarin Panji, yang biayain sekolahnya sampai sukses. Kamu kan tinggal numpang hidup."
๐ฉ: "Numpang hidup? Bu, aku juga kerja. Cicilan rumah ini kita bayar berdua. Kalau 70% gaji Mas Panji masuk ke Ibu, berarti selama ini aku yang nanggung kebutuhan anak Ibu."
๐ต: (mulai naruh cangkir, wajahnya berubah sinis) "Itu memang tugas istri. Harus berbakti dan mau berkorban. Lagian Panji anak yang berbakti, dia nggak bakal berani nolak Ibunya."
๐ฉ: "Kalau begitu, nanti malam aku mau ngomong langsung sama Mas Panji. Kita selesaikan bertiga."
๐ต: "Silakan. Tapi kamu harus tahu satu hal."
๐ต: "Sebelum kalian menikah, Panji juga sudah tanda tangan surat lain. Kalau suatu saat kalian cerai, rumah yang sekarang kalian cicil berdua otomatis balik atas nama Ibu. Jadi, kamu mau nuntut apa?"
๐ฉ: (cuma bisa diam, lemas, sambil memegang HP yang dari tadi diam-diam merekam semua percakapan itu).
Punya Mertua yang dikit-dikit
๐ง๐ผAku pas lagi masak
๐ง๐ป: ibukk, mau bantu isiin dagingnya
๐ง๐ป: ijinkan. Biar belajar.
๐ง๐ผAku pas lagi bikin kue
๐ง๐ป: ibukk, mau coba ngemixer, Asya bisa
๐ง๐ป: biarkan. Biar belajar.
๐ง๐ผAku pas lagi ngepel
๐ง๐ป: ibukk, boleh asya bantu
๐ง๐ป: gak papa, dia ingin bantu ibunya
๐ง๐ป: sekarang mungkin berat, pekerjaan lebih lama, tapi 5 tahun lagi semua akan lebih mudah untukmu. Buat mereka senang membantumu. Jangan pernah tolak apapun yang mereka tawarkan. Apresiasi.
๐ง๐ผ Bismillah
cc:threadratnatrisnaningrum