Ya gk usah heran pak, TNI aja programnya aneh². Ngurus sampah lah, MBG lah, KDMP lah, makanya kalian dikasih anggaran segitu. Coba klo dari taun² sblm nya kalian gk bikin program aneh² masih ada kans anggaran Rp 667 T cair semua
@SamGiMen Yon TP tdk relevan utk hadapi ancaman modern. Yon TP hanya relevan kalau kita akan hadapi invasi ke pulau2 besar, kemungkinan yg sangat kecil. Yg lebih mungkin adalah perebutan pulau2 luar strategis, Air-Naval coercion (long-range strike, blockade etc). Yon TP ga relevan utk ini.
@SamGiMen Kan sdh disebut, yg perlu itu "personil yg relevan dgn perang modern dlm jumlah memadai". US banyak karena mereka global expeditionary force. Sedangkan TNI AD mau sampai 1,2 jt, karena nambah 750 Yon TP. Kenapa duitnya tdk utk ekspansi kemampuan perang modern TNI yg masih kurang?
Xi Jinping bukan tentara, tp politikus, kerjaannya dulu sbg anggota Central Military Commission & State Council. Putin eks anggota KGB-FSB. Dua²nya tukang mikir.
Prabowo ini pure tukang pukul dari awal, makanya ngaco
Datang dari daerah yang ngga ada sirkuit berkelas dunia. Latihannya di parkiran pasar sapi. Konsisten finis Top 10. Perolehan poin sudah lebih dari 60 poin pada musim debutnya.
Ya kalo saya sih apresiasi banget 😇
It’s been two days, yet there is still no direct public message of condolences from President Prabowo for the Indonesian peacekeepers killed and injured in Lebanon
tentara kita meninggal ketika bertugas sebagai pasukan UN peacekeeper.
terbunuh karena ada negara brengsek yg merasa berhak membom negara berdaulat lain.
dan ada, orang indonesia, yg justru menghaluskan dan membela negara brengsek tersebut.
zionis pesek bangsat.
Dua personel tambahan UNIFIL dilaporkan gugur di Lebanon, sehingga total korban menjadi tiga orang dalam kurun waktu beberapa jam.
Dua tentara PBB yang meninggal dunia tersebut diyakini merupakan pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia yang tengah bertugas di wilayah tenggara Lebanon.
Selain itu, setidaknya satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
The Embassy of the Islamic Republic of Iran expresses its deepest condolences to the Government and people of Indonesia on the tragic loss of an Indonesian peacekeeper serving under UNIFIL.
We strongly condemn this heinous act, which is a direct consequence of Israel’s continued aggression, carried out with the complicity and full support of the USA.
Targeting peacekeepers is a grave violation of international_law and must not go unpunished.
Anies Baswedan sudah memberikan contoh dalam menyampaikan statement dengan tone tegas, jelas penuh dengan rasa marah, terkait tindakan keji Israel yang baru saja merenggut nyawa prajurit TNI, anak bangsa Indonesia... Sejauh ini belum ada tanggapan serupa dari Presiden Prabowo.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Saat akun-akun cenblue sibuk "farming engagement" soal rudal dan drone, lalu mengolok-olok MANPADS yang dimiliki oleh negaranya sendiri, Indonesia, saya ingin menjelaskan tentang konsep ADS (air defence system) dan MDS (missile defence system) yang bersifat multi-layered, tapi...
Tapi sepertinya kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan tidak mengetahui perbedaan antara roket dan peluru kendali atau rudal, dilanjutkan dengan ketidaktahuan terhadap jenis dari alutsista yang menggunakan roket dan rudal itu sendiri, termasuk berbagai jenis drone juga, jadi kita harus mulai dari dasar.
Di luar semua itu, Astros yang sedang menjadi "perbincangan panas" karena diolok-olok "jaraknya hanya 90 km", merupakan sebuah self-propelled MLRS (multiple-launch rocket system), yang menggunakan 32 roket HE-Frag kaliber 127mm, yang akan ditembakkan secara salvo (bergantian secara non-stop), untuk menggempur sebuah "grid" atau area yang sudah ditentukan. Salvo MLRS seperti ini terbukti efektif sebagai saturation attack, seperti saat pejuang Palestina, atau Houthi, meluncarkan serangan dengan Grad mereka, yang membuat multi-layered ADS dari unsur C-RAM Israel kewalahan.
"Indonesia merdekanya kecepetan" itu yaudah lah ya. Momentumnya memang ke situ. Semua orang ingin merdeka. Konsekuensinya kita terima.
Yang tidak termaafkan itu adalah Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Literally tidak aja gunanya dan tidak ada tujuannya, seperti MBG tapi jauh lebih ngawur lagi.
Efeknya sangat destruktif: Indonesia terisolasi di perdagangan dunia. Padahal, sebagai negara pasca-kolonial di Posisi Silang, kita masih sangat bergantung dengan ekspor barang dagang dan hubungan internasional yang baik.
Tidak ada ekspor --> tidak ada uang --> tidak ada beras dan tidak ada gaji untuk tentara.
Tidak berlebihan jika kita sebut bahwa Konfrontasi adalah bencana geopolitik terbesar di sejarah Indonesia.
Luka kebencian artifisial antara Indonesia dan Malaysia yang meaningless dan tidak perlu itu sampai hari ini belum sepenuhnya sembuh. Padahal, sudah puluhan tahun berlalu sejak Konfrontasi dilancarkan.
...Yah, ini tidak sepenuhnya benar. Ada sih, alasan di balik Konfrontasi. Saat itu Soekarno berusaha mempersatukan identitas Indonesia lewat cara Iblis, yaitu lewat kebencian, sebagaimana yang dulu dilakukan Hitler.
Indonesia yang majemuk hendak dipersatukan bukan lewat kebanggaan terhadap diri sendiri, melainkan kebencian terhadap pihak lain, terhadap "other" yaitu Malaysia.
Kebencian ini kemudian dilembagakan masif lewat aksi massa dan ormas terkomando melalui institusi-institusi seperti Front Nasional, yang diketuai Soekarno.
Mania kebencian artifisial ini menciptakan atmosfer Cancel Culture yang mencekam dan meneror. Barangsiapa menentang Soekarno dalam hal apapun, seperti Buya Hamka, segera dicancel dan difitnah sebagai antek Malaysia dan dibasmi.
Bahwa Malaysia punya hubungan kultural dengan wilayah-wilayah Indonesia yang terjalin sejak sebelum partisi kolonial tidak dipedulikan oleh Soekarno, yang tentara pusatnya baru saja menduduki dan membantai Sumatra dan Sulawesi dan merampok kebunnya. Kemudian output produksi kebunnya roboh, karena rampok yang mengelolanya bodoh dan korup.
Barangkali wajar saja Soekarno sama sekali tidak peduli, mengingat ia adalah boomer Jawa NPD dari Jawa yang tidak tahu dan tidak empati tentang hubungan kekerabatan dan kultural antara Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia. Hubungan ini dikoyak begitu saja tanpa alasan jelas.
Bodoh sekali yang bilang "Soekarno bagus dalam politik luar negeri". Politik luar negeri Indonesia di masa Konfrontasi itu sangat jelek dan berakibat bencana dan penderitaan ekstrem langsung bagi rakyat, yang padahal bisa dihindari dan tidak perlu.
Setelah Soekarno digulingkan, alhamdulillah hubungan Asia Tenggara bisa berangsur-angsur dinormalisasi lagi, terutama dalam hal yang betulan berefek seperti perdagangan.
Btw, mungkin banyak yg heran kenapa saya beri Fat Amy score 10/10.
Jadi, Fat Amy pegang peran penting dalam setiap misi. Peran utama sebagai satu2nya pesawat generasi ke 5 murni.
Apa sih generasi ke 5? Stealth? Bukan, itu teknologi generasi ke 4.
Radar AESA? Juga bukan,
Guys Prabowo baru saja menolak pelebaran defisit APBN. Memilih efisiensi dan hemat BBM sebagai solusi.
Kedengarannya bijak. Kedengarannya bertanggung jawab. Kedengarannya seperti pemimpin yang peduli kondisi keuangan negara.
Tapi gw minta lo ingat beberapa hal sebelum tepuk tangan.
Program Makan Bergizi Gratis yang anggarannya triliunan perhari tetap jalan.
koperasi merah putih entah apalah itu.
Proyek proyek mercusuar yang anggarannya tidak kecil tetap jalan.
Efisiensi besar besaran yang memotong anggaran pendidikan, kesehatan, dan berbagai program yang langsung menyentuh rakyat kecil sudah jalan duluan.
Jadi yang diefisiensi bukan program yang dari awal kontroversial.
Yang diefisiensi adalah anggaran yang selama ini jadi jaring pengaman rakyat paling bawah.
Dan sekarang setelah APBN tertekan akibat kombinasi harga minyak meledak dan berbagai program besar yang tetap dipaksakan jalan Prabowo tampil sebagai pahlawan fiskal yang menolak pelebaran defisit.
Ini yang paling gw tidak habis pikir dari pola kebijakan yang berulang di negara ini.
Kebijakannya yang bikin APBN tertekan.
Programnya yang menguras anggaran. Prioritasnya yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan paling mendasar rakyat.
Tapi begitu situasinya memburuk dan ada keputusan sulit yang harus diambil narrativenya berputar jadi soal kehati hatian fiskal dan kepedulian pada rakyat.
Efisiensi itu bukan solusi kalau yang diefisiensi dari awal adalah pos yang salah.
Dan hemat BBM bukan jawaban struktural untuk masalah yang akarnya jauh lebih dalam dari sekadar konsumsi bahan bakar.
Yang paling pahit rakyat yang menanggung beban dari keputusan keputusan yang tidak mereka buat.
Dan pemimpin yang ambil kredit dari keputusan yang terlihat bijak di permukaan tapi konteksnya jauh lebih kompleks dari yang dinarasikan.
Kapal induknya? Enggak.
Pengawalnya? Punya.
Tenang pak, USS Abraham Lincoln itu at least saat ini dikawal sama 4 kapal destroyer AEGIS dari kelas Arleigh Burke class (CMIIW), ada USS Frank E. Petersen Jr. (DDG-121), USS Michael Murphy (DDG-112), USS Delbert D. Black (DDG-119) & USS Spruance (DDG-111). Ada juga beberapa kapal destroyer yang diluar dari kelompol CSG3 ini. Apa fungsi mereka berempat?
• Sebagai pertahanan ASW (Anti-Submarine Warfare) dalam melawan ancaman bawah laut.
• Platform serangan darat, mereka bisa pakai rudal TLAM/Tomahawk.
• Sebagai payung udara bagi armada CSG (Carrier Group Strike) Abraham Lincoln. Pilihan mereka banyak tergantung ancamannya, mulai ancaman rudal jelajah, mereka bisa pakai ESSM atau SM-2MR, kalau ada rudal balistik/hipersonik mereka ada SM-6/SM-3.
Destroyer US Navy juga sudah AEGIS pak, karena kemampuannya buat bisa Track-as-Search target macam rudal rudal balistik. Untuk destroyer Arleigh Burke Flight III itu mereka udah pake AN/SPY-6(V)1 AMDR, yang bisa ngelacak target bergerak ribuan kilometer per jam di luar atmosfer bumi dengan ukuran sekecil bola tenis. Radar AN/SPY-6 (V)1 ini juga kabarnya punya sensitivitas hingga 30x lipat lebih besar dari radar lama. Ini memungkinkan kapal mendeteksi rudal hipersonik yang punya RCS (radar cross-section) kecil dari jarak yang lebih aman.