TEMENNYA NGAPAIN MALAH IKUTAN 😭
Si A lagi tiduran nungguin temennya di kursi rumah sakit, pas bangun lehernya nyangkut. Udah coba gimana pun tetep gagal, terus temennya si B dateng.
Si B mau kasih tunjuk “gini loh keluarinnya” TAPI MALAH IKUT NYANGKUT JUGA (jujur kocak bgt kan si A gabisa liat juga ya??? 😭)
Endingnya dengan bantuan para security rumah sakit, mereka bongkar kursinya dan keduanya bisa lepas 🙏🏻
Tadi lihat video pasangan orang luar negeri lagi di taman terus ada bebek, percakapannya gini:
👱🏻♀️: “Look babe, there are two ducks 🦆 🦆”
👱🏻♂️: “I love duck with rice”
………
Sampailah dimana gue buka comment section di video itu ada yang komen:
“BEBEK GORENG HJ SLAMET”
broooo I swear Indonesians being asbun everywhere is a national coping mechanism 😭
@radibinselih@LambeSahamjja Izin menjawab kak~
Intinya mereka merasa agak “aman” karena adanya program ini. Kalau kemudian hari mereka ketahuan ilegal, mereka akan disuruh ikut program pemutihan ini kak
FYI, kalau kalian wondering, “kok mereka lumayan berani tinggal ilegal di Korea sampai ada komunitasnya?”
Karena Korea punya program bernama Voluntary Departure Program atau biasa disebut juga proses pemutihan dari Kementrian Kehakiman Korea (the Ministry of Justice), yang memungkinkan penduduk asing undocumented (misal karena overstay) untuk pulang secara sukarela tanpa harus membayar denda administratif dan dengan keringanan masa entry ban (jadi nanti tetap bisa masuk ke Korea lagi).
Nah, makanya sebagian overstay merasa masih ada exit route kalau suatu saat ingin pulang.
Kalau untuk casenya si femas ini, bisa dibilang dia udah pasti gak bisa apply program pemutihan cuz he was never eligible to begin with, since he entered Korea illegally in the first place.
Jadi nggak semua orang yang overstay atau undocumented otomatis punya "jalan pulang" lewat program itu.
Perlu kalian garis bawahi juga kalau tinggal ilegal tetap penuh risiko: rawan eksploitasi kerja, akses layanan terbatas, status hukum tidak jelas, dan selalu ada kemungkinan penegakan imigrasi.
Jadi yang legal dan sah aja ya guyssss. Apalagi Korea sekarang sudah ketat banget ke foreigner.
FYI, kalau kalian wondering, “kok mereka lumayan berani tinggal ilegal di Korea sampai ada komunitasnya?”
Karena Korea punya program bernama Voluntary Departure Program atau biasa disebut juga proses pemutihan dari Kementrian Kehakiman Korea (the Ministry of Justice), yang memungkinkan penduduk asing undocumented (misal karena overstay) untuk pulang secara sukarela tanpa harus membayar denda administratif dan dengan keringanan masa entry ban (jadi nanti tetap bisa masuk ke Korea lagi).
Nah, makanya sebagian overstay merasa masih ada exit route kalau suatu saat ingin pulang.
Kalau untuk casenya si femas ini, bisa dibilang dia udah pasti gak bisa apply program pemutihan cuz he was never eligible to begin with, since he entered Korea illegally in the first place.
Jadi nggak semua orang yang overstay atau undocumented otomatis punya "jalan pulang" lewat program itu.
Perlu kalian garis bawahi juga kalau tinggal ilegal tetap penuh risiko: rawan eksploitasi kerja, akses layanan terbatas, status hukum tidak jelas, dan selalu ada kemungkinan penegakan imigrasi.
Jadi yang legal dan sah aja ya guyssss. Apalagi Korea sekarang sudah ketat banget ke foreigner.
FYI, kalau kalian wondering, “kok mereka lumayan berani tinggal ilegal di Korea sampai ada komunitasnya?”
Karena Korea punya program bernama Voluntary Departure Program atau biasa disebut juga proses pemutihan dari Kementrian Kehakiman Korea (the Ministry of Justice), yang memungkinkan penduduk asing undocumented (misal karena overstay) untuk pulang secara sukarela tanpa harus membayar denda administratif dan dengan keringanan masa entry ban (jadi nanti tetap bisa masuk ke Korea lagi).
Nah, makanya sebagian overstay merasa masih ada exit route kalau suatu saat ingin pulang.
Kalau untuk casenya si femas ini, bisa dibilang dia udah pasti gak bisa apply program pemutihan cuz he was never eligible to begin with, since he entered Korea illegally in the first place.
Jadi nggak semua orang yang overstay atau undocumented otomatis punya "jalan pulang" lewat program itu.
Perlu kalian garis bawahi juga kalau tinggal ilegal tetap penuh risiko: rawan eksploitasi kerja, akses layanan terbatas, status hukum tidak jelas, dan selalu ada kemungkinan penegakan imigrasi.
Jadi yang legal dan sah aja ya guyssss. Apalagi Korea sekarang sudah ketat banget ke foreigner.
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Tiket ke Korea direct dari CGK pakai maskapai T’way dapat 1,7jt-an, kalau pakai promo bisa dapat 1,6jt-an…..
Meanwhile domestik dari Palu ke CGK above 2jt-an🥲 Mau dipakein promo pun tetap aja masih diatas 2jt semua🥲
Lagi beres-beres lemari buku, terus nemu koleksi novel Ilana Tan yang ternyata masih lengkap🥹
This was my entire personality back then. I literally grew up with these books pas remaja ya before realism vs. idealism debates and Foreign Policy Analysis took over my life wkwk