This will be quite unpopular opinion, gw pernah ngobrol sama salah satu Dosen IPB: โPak ciptaan indonesia keren keren, apalagi hasil riset dalam kampus, kenapa jarang yang menjadi inovasi dan sukses di pasar?โ
Jawaban beliau menohok,
โGa pernah diajarin manufacture-mindset masโ
@neonlimeee@SAASH1MI Mahal ya mahal aja. Lagian makanan indo bisa mahal di luar krn rempahnya ga tumbuh disana. Croisant dr terigu, dll nya ga tumbuh di indo dan pake bahan impor dr prancis emang? ๐ฎโ๐จ
@MohamadRiwanto@bayusap49733735@menuembegejelek Kalo nyarinya disekitaran jakpus dan daerah perkantoran jelas gaada. Gua gabilang kontrakan yg layak. Tp legal, dan agak lumayan. Masih banyak yg 400an sebulan dan 500an sebulan.
Dulu di kantor, ada senior namanya Pak Agus. Hubungan gue sama beliau tu sebel-sayang. Sering saling jadi menyebalkan satu sama lain, tapi tiap ada makanan, selalu disisihkan untuk gue. Tiap istrinya masak makanan enak, selalu diselundupkan cuma untuk gue (soalnya nggak enak sama yang lain karena nggak kebagian). Kalau gue sendirian di ruangan, beliau selalu nungguin karena tahu gue penakut akut.
Gue tahu makanan apa yang beliau boleh makan dan nggak. Hampir setiap hari beliau minta dibelikan fish and fries ke gue karena cuma itu yang bisa beliau makan. Gue selalu ngomel kalau beliau lemburnya bablas karena gue tahu rumahnya jauh, dan beliau sudah nggak lagi bugar.
Beliau tipikal bapak-bapak teduh. Jalannya pelan, tertawanya renyah, kalau ngomel judes banget tapi sepersekian detik lunak lagi.
Ingat banget dulu satu unit ke Dufan, dan beliau cuma ikutin rombongan gue main, nunggu di depan wahana sambil lihatin kita. Kalau di suruh istirahat, nggak mau, bilangnya, โUdah main aja, bapak lihatin kalian.โ
Gue nggak peduli sebete apa orang-orang ke beliau kalau menyangkut kerjaan, bagi gue beliau adalah โBapaknya gue.โ
Sampai satu hari beliau meninggal. Di rumah duka, gue memperkenalkan diri ke istrinya, lalu di depan Pak Agus gue janji, โAku nggak akan lupa sama keluarga kecil Bapak.โ
Keluarga kecil yang selalu beliau banggakan. Cerita perjalanan cintanya yang selalu beliau ulang-ulang ke gue tiap jam 5 sore. Kesombongan beliau soal makanan istrinya yang enak. Kebanggaan beliau soal anaknya yang cerdas. Keluarganya kecil, hanya ada istri dan satu anak. Kalau dari cerita si Bapak, mereka berbahagia dalam sunyi.
Sampai hari ini, hubungan gue sama istrinya sangat baik. Dari anaknya masih SMP sampai sekarang sudah kuliah, jalinan silaturahim kita nggak terputus. Kalau ada apa-apa, istrinya selalu menghubungi. Tiap natal, beliau selalu kirim ayam bakar buatan sendiri dan tiap hari raya, gue selalu kirim nastar buatan Mamah.
Begitu terus selama bertahun-tahun.
Lebaran kemarin, istrinya kirim teflon buat Mamah. Katanya tiba-tiba ingat kalau si Mamah suka masak. Tahun kemarin, beliau kirim satu set sprei biru buat gue, katanya biar gue tidur nyenyak ๐ฅน
Gue bersyukur atas ikatan sederhana ini. Simpulnya nggak rumit tapi erat dan nggak terputus meskipun si penghubung utamanya hilang. Sebab setelah kepergian Bapak, kita punya penghubung baru. Kebaikan Pak Agus yang kita lestarikan bersama-sama.
Gue setuju dengan kalimat, โPanjang umur kebaikan.โ Orangnya memang mati, tapi baiknya terus hidup di sela-sela kehidupan kita yang masih bernapas di sini.
Hai semua!
Gue sebelumnya mau ngucapin terima kasih untuk semua doa dan support kalian selama ini. Bener-bener kalian tuh bensin gue untuk terus semangat & cepet sehat.
Gue memutuskan beberapa bulan kedepan untuk take a break (i havenโt got any since 2014), untuk fokus kepada pemulihan diri, and ALSO gue sedang mempersiapkan album baru juga untuk tahun depan. YEAY! ๐ฅ
I know itโs long overdue, tapi sabar ya. Gue sedang mengumpulkan beberapa nama yang akan menjadi team sukses untuk album ini. Meanwhile gue izin untuk bisa rehat sambil santai mengerjakan album gue ini dari segala panggung dan shooting dulu.
Tenang, gue akan tetep hadir di sosmed untuk update-update, dan juga karena masih terima kerjaan dari brand (HEHEHE).
Walau gue tau mungkin akan jarang ketemu dulu, tapi semoga kalian bisa terima keputusan gue ini. Dan gue berharap kalian tetep terus mendoakan, agar perjalanan sehat gue pun bisa terus gue jalani dengan semangat!
I love you guys so much!
Love,
Vidi the best.
Jadi ada wartawan nanya ke Eileen Gu (22 tahun), atlet freestyle skiing yg baru aja menang medali emas winter olympic 2026, tentang gimana caranya Eileen bisa jawab pertanyaan dengan cepat tapi tetep runut?
Jawabannya menarik bgt. Eileen bilang kalo dia adalah tipe orang yg sering merenung & instrospektif. Dia suka ngabisin waktu sama kepalanya.
Eileen juga bilang kalo dia sering journaling buat ngebreakdown semua cara berpikirnya dia. Dari aktivitas itu dia jadi bisa kontrol pikirannya, sekaligus kontrol siapa diri dia sebenarnya.
Buat Eileen banyak ngabisin waktu dalam pikirannya sendiri bisa bikin dia lebih banyak berpikir ke arah prosose yg lebih matang (mature).
Eileen suka modif pikirannya dan bertanya "Gimana caranya supaya aku bisa lebih baik? Gimana aku bisa memperlakukan otakku seperti aku memperlakukan latihanku di ski balap, supaya besok aku bisa lebih baik dari hari ini?"
AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU! 9,5 juta penonton dalam 31 hari tayang. Waktu itu JUMBO mencapai angka yang sama butuh 44 hari.
Tinggal 707 ribu penonton lagi menuju film Indonesia terlaris sepanjang masa!