Ngk paham lagi gmna pengaturan emosi dan keuangannya. Emang susah klo udh mendahulukan keinginan daripda kebutuhan. Apalagi demi validasi hedonitas kehidupannya, tapi mengorbankan hak bnyak orang. Ckckckck… buat apa teori setinggi langit, klo realitasnya tdak patut jdi contoh.
Ketika kmu berada di lingkungan yg kompetitif “aku yang paling punya” or “aku ngk mau kalah punya”. Sorry, ngk ikut2an . Ya, kanggoin diremehin dan dikesampingkan karena bukan target circle mereka. Tapi klo kompetitif soal kerjaan, mau dong ikutan.