"Sekolah gratis kok gak diminati?" , pertanyaan yang jawabannya sebenernya udah ada di depan mata.
SD swasta biayanya 4,4x lebih mahal dari SD negeri (Rp 7,1 juta vs Rp 1,6 juta/tahun).
Tapi orang tua tetep milih bayar mahal, ketimbang gratis di negeri.
Ini bukan soal rakyat gak mau digratisin.
Ini soal: kalo dikasih pilihan antara "gratis tapi kelas isinya 30+ anak, fasilitas ala kadarnya" vs "bayar mahal tapi anak diurus", orang tua pilih masa depan anaknya, bukan hemat recehan.
Yang harusnya dipertanyakan bukan "kenapa sekolah gratis gak laku", tapi "kenapa bertahun-tahun anggaran pendidikan gede tapi kualitas SD negeri masih segitu-gitu aja?" 🤔
Gratis itu bukan otomatis berkualitas.
Rakyat cuma pengen jaminan kalo bayar pajak, hasilnya emang beneran dipake buat anak-anak mereka.
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Putusan MK belum keluar, terus BGN & DPR melakukan rapat tertutup soal memasukan MBG ke dalam anggaran pendidikan secara diam diam.
Lalu MBG jalan lagi tanpa ada evaluasi apapun, boa edan...
Padahal udah dari jaman jebot aksi Kamisan tu selalu ada kawan2 LGBTQ+ dan kelompok tertindas lainnya. Emang orang2 udik. Sok2an punya ownership Kamisan pula dengan bilang "Udah ga bangga sama Kamisan sekarang". Gua dkk lain yg udah dari dulu ikut & mantau Kamisan: "ELO SIAPE?!!"
future historians are going to have a nightmare trying to explain why we ran out of drinking water because we needed to cool down the machines generating 4K AI fruit videos
Yang rame2in malahan bukan orang2 yg pernah nongol di Kamisan. Pada bernarasi "Kecewa sama Kamisan sekarang". Padahal paling baru pada tau Kamisan tu Kamis minggu lalu.
Prof Bambang Hero ini ahli forensik kebakaran hutan, jangankan di indonesia, di asia aja ngga banyak
Orangnya luar biasa rendah hati dan ngga pelit ilmu