Im sorry as someone yang dibantu sama IOM ITB buat penelitian, i lwk need to say this. IOM itb bkn grup ortu, its there not to keeping update 4 anak". Its an organization, basis nya itu "membantu" mahasiswa ITB for literally anything. Con--
Di sini ada yang, "waktu SD ranking satu terus & pinter banget. Namun semakin dewasa kemampuan akademik tersebut menurun?"
Menurut saya, itu karena gaada dukungan secara sustainable untuk growth dari lingkungannya. Iyaa bunga secantik apapun kalau tidak dirawat & dikasih air akan layu juga. Boro-boro mikirin akademik, beberapa masih mikirin, "besok makan apa".
Fansen ini salah satu yang termasuk beruntung. Selain sudah berbakat sejak kecil, bakat tersebut terus dikembangkan & didukung oleh orang tua & lingkungannya.
Privileges tentang makanan berkualitas, pilihan sekolah berkualitas, punya mentor yang proper, networking untuk masuk kampus berkualitas seperti MIT.
Mungkin, di luar sana ada Fansen-Fansen lain, namun lahir & tumbuh di lingkungan yang kurang beruntung. Saya kira ini suatu masalah yang perlu diperhatikan pemerintah. Akan sayang sekali kalau kehilangan talenta emas seperti itu.
Saya menyadari itu. Karena saya termasuk "Fansen yang beruntung" sehingga bisa sampai di titik sekarang.
Sebagai bentuk rasa syukur... saya punya cita-cita besar untuk bidang pendidikan di Indonesia 🇮🇩
Semoga saya bisa mewujudkannya... On progress