“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.”
Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
🚨MBG Alert
Segala misuh misuh kita soal MBG, potensial disebut sebagai DFK: DISINFORMASI, FITNAH DAN KEBENCIAN
Lantas...
- Mana 1 ekor sapi setiap hari dipotong yang dijanjikan?
- Mana 1 ekor lele yang katanya selalu disebutkan?
- Mana produk pangan lokal yang diberdayakan?
- Mana UMKM yang selalu akan digandengkan?
Malah...
- Produk kemasan (UPF) yang terus menerus bertebaran
- Menu MBG yang jauh dari kata standar
- Harga bahan makanan yang kemahalan
- Mark-up para mitra MBG yang semakin di depan
- Ahli Gizi (Pengawas Gizi) yang kebingungan susun menu makanan
ini kah yang disebut sebagai Makan Bergizi Gratis?
Jadi mana yang lebih potensial dianggap sebagai DFK?
Setelah Netanyahu kembali menegaskan tidak akan mengakui berdirinya negara Palestina, maka dengan kata lain, posisi pemerintah kita dalam hal ini mendukung aneksasi Gaza sepenuhnya. Mana kita diminta bayar pula.
Titik terendah jadi WNI. Thanks 02 voters. This shit is on you.
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?
Sulit utk ga ngerasa ini nepotism ktika ada calon lain:
Solikhin M. Juhro, yg S1–S3 econ, ahli moneter, publikasi bnyk, org lama BI, ga kepilih. Yg kpilih jstru yg S1nya sejarah dan org baru
Bukti bhw gelar akademik di dpn dan belakang nama akan kalah dgn nama belakang orang🫡
#Gempa Mag:5.5, 27-Jan-2026 08:20:44WIB, Lok:8.14LS, 111.33BT (25 km TimurLaut PACITAN-JATIM), Kedlmn:105 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Yang paling ngeri dari plan ini:
1. Ga ada satupun warlok yang diajak merepresentasikan diskusi ini.
2. Addressing “Gaza” dan bukan “Palestina”. Ini mau ngapus identity perlahan
3. Proyek kolonialisme dan imperialisme paling blak-blakan di zaman modern.
4. Presidenmu ikutan