Help RT temen2 twitter ๐ฅน
Aku lg ditahap sekarat bgt, lg BU buat makan nenekku, sama untuk pengobatannya juga.. nenekku sakit komplikasi dan makannya hrs dijaga..
aku jual nasi serba 10ribu barangkali kakak2 mau beli dan berbagi, please kinda help..
gw sebagai cowok pun bingung sama orang yang gabisa berkomitmen sama satu perempuan aja. kayak pas nyakitin atau selingkuh, emang mereka ga kepikiran ya kalau ibu mereka juga perempuan? nenek mereka juga perempuan? mungkin kakak atau adiknya juga perempuan. sesusah itu ya buat punya rasa hormat dan tanggung jawab? apalagi itu sampe having sex dan korbannya banyak banget๐ฅน rot to hell aja buat cowok cowok yang doyan selingkuh
jujur aku kenal org yg begini, smuanya disuka.
anime? fans
kpop? suka!
cdrama/kdrama? nonton smua!
musik? dgr smua genre
sport? tau NBA
cinema? hampir smua ditonton
art? bisa gambar cuy
tebak orangnya gmna? asik bgt! bisa bahasa jepang, korea, mandarin, english. pinterr lagi. mau bahas topik apa aja? dianya nyambung๐ญ
alhasil gampang cari temen/relasi. skrg dia kerja di multinational company๐
so gaada salahnya buat suka banyak hal. pengetahuan kita jdi luas dan byk benefit yg bisa kita dapet dari situ๐
#intinyadeh Kristia Budiyarto (Kang Dede) yg dikenal sbg buzzer Jokowi, jd komisaris PT Pelni di 2020.
Di web Pelni: lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Unhas. Tp dicari di PDDikti gak ada.
Unhas: gak tercatat sbg alumni/ mahasiswa. Unhas gak ada Fakultas Ilmu Komunikasi.
(1/2)
๐จALASAN INVESTOR KABUR DARI INDONESIA.
Mindrasos baru saja nonton YT The Generalist yg berjudul, "Hard Truths from Indonesia's Startup Scene."
Beberapa alasan investor kabur dari Indonesia adl:
1. Korupsi di level operasional.
Martyn bercerita bahwa dia mendapat tagihan pajak senilai $100.000. Kemduian, pejabat Indonesia mengatakan bisa mengurangi tagihannya asalkan membayar $20.000 kepadanya (pejabat indo).
2. Indonesia krisis meritokrasi
Banyak pendiri startup bukan berasal dari kalangan inovator teknis yang membangun solusi dari nol, melainkan didominasi oleh kelompok elit atau jejaring keluarga kaya (privilege). Hal ini membuat akses modal lebih didasarkan pada nama besar atau koneksi, bukan performa bisnis yang sehat.
3. Birokrasi Indonesia bersifat memeras
Martyn menyoroti lingkungan yang proteksionis dan birokrasi yang terkadang bersifat memeras. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi aturan konten lokal yang tidak masuk akal, serta kesulitan mendapatkan dukungan nyata.
4. Ilusi Demografi dan Pasar '270 Juta Penduduk'
Martyn menekankan bahwa narasi besar mengenai jumlah penduduk Indonesia sering kali menyesatkan karena tidak dibarengi dengan analisis daya beli. Dengan PDB per kapita di bawah $5.000, model bisnis B2C yang menargetkan massa sering kali gagal mencapai profitabilitas tanpa subsidi 'bakar uang' yang terus-menerus.
5. Akhirnya pilih kabur ke Singapura
Di Indonesia, kepastian hukum, transparansi, dan kepercayaan investor global sudah punya reputasi buruk โ ditambah isu fraud yang berulang โ membuat investor internasional enggan masuk. Singapura beri semua yang Indonesia belum mampu jamin.
@karirfess sementara itu para jobseeker even yg lulusan S1 masih susah dapet kerja. mereka masi apply berbagai loker, blm lg harus melewati segala proses rekrutmen yg ga ngotak. bener bener hopeless gue sama negara ini.