- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Bayi berisik, balita rewel, nenek kakek yg jalannya lambat etc adalah dinamika wajar di ruang publik. Orang-orang yg nggak siap keluar rumah untuk menghadapi dinamika semacam itu dipersilakan gak usah keluar rumah sama sekali 👍
Guys kalo denger kasus penipuan, korban suruh lapor di link ini guys, pasti langsung di blokir rekeningnya tanpa perlu bantuan ordal atau melihat siapa pelapornya 🙏
TIPS untuk kalian2 yg nengokin temen klen terus anaknya cakep: pujilah ibuknya. Contoh: “wah cakep banget bu, hebat ini ibu ngurusinnya👍🏻” sambil acungkan jempol dengan mantap, drpd bilang mirip si ini mirip si itu ok
Marriage isn’t about 50:50. It’s not about 100:0 either.
Yesterday I wasn’t feeling well. Husb bought us dinner from pasar malam and fed me medicine while I was in bed. He ironed the clothes for us and the kids, did the laundry and washed the dishes.
Today, he went to bed early. Just after Isyak, he dozed off. I could see how exhausted he was. So I took care of the rest of the house chores, ironing the clothes, doing the laundry and washing the dishes.
You see, yesterday, it was 30:70. And today, it’s 70:30. The ratio is never fixed. Sometimes it’s 55:45. Sometimes it’s 60:40. Depends on day. Sometimes it even got to 43.8:56.2
Marriage is about partnership. It’s about complementing and backing each other up. You can’t define it by an exact ratio. As long as both respect each other, understand partnership and responsibility, they’ll make it, insyaAllah.