+
diterpa cahaya. Sambil menyeka sedikit keringat di dahinya, Seiya menatap hasil panennya dengan rasa puas yang mendalam. Kerja kerasnya di chikusha sejak subuh tadi telah terbayar lunas oleh berkah pagi yang sempurna ini.
[Selesai]
+
Ia mendekati deretan kotak sarang bertelur. Begitu tangannya merogoh ke dalam tumpukan jerami yang hangat, senyum Seiya langsung merekah. Di sana, terbaring telur Hikari Dori yang luar biasa.
Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan penuh penghargaan, Seiya
+
+
seolah sudah sangat memercayai pemuda Namikaze tersebut. Bagai ritual suci, interaksi antara manusia dan alam ini berjalan begitu harmonis.
Matahari kini sudah meninggi, mengusir kabut pagi yang tersisa. Keranjang bambu Seiya telah terisi penuh oleh telur yang berkilauan
+
+
agar tidak mengejutkan unggas-unggas berharga tersebut. Bagaimanapun, Hikari Dori adalah ayam yang sensitif, ketenangan peternak sangat memengaruhi kualitas telur yang dihasilkan.
"Selamat pagi. Waktunya panen," bisik Seiya dengan nada suara yang lembut dan menenangkan.
+
+
legendaris yang bulunya berkilau lembut bagai sutra—mulai berkokok bersahutan menyambut hari.
Seiya menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma khas jerami kering sebelum memulai rutinitasnya. Sambil membawa keranjang anyaman bambu di tangan kiri, ia melangkah perlahan
+
Pagi hari di chikusha selalu menyuguhkan suasana yang menenangkan bagi Namikaze Seiya. Cahaya matahari fajar yang keemasan perlahan menerobos celah-celah dinding kayu, menerangi kepulan napas hangatnya di udara pagi yang dingin. Di hadapannya, ayam Hikari Dori—ras ayam
+
+
gembira, langsung mematuk makanan baru mereka di rumah yang kini bersih dan nyaman. Bagi Seiya lelahnya pagi ini terbayar tuntas melihat hewan-hewan asuhannya sehat dan terawat.
[Selesai]
+
air bersih. Keringat mulai bercucuran di pelipisnya, namun senyum puas terukir di wajah Seiya melihat kandang yang kini bersih rapi tanpa bau menyengat.
Sebelum menutup tugasnya, Seiya membuka pintu pembatas, membiarkan para Hikari Dori kembali masuk. Ayam-ayam itu tampak
+
+
peternakan yang telah dibangunnya dengan kerja keras.
Dua jam berlalu, botol vaksin terakhir pun kosong. Seiya menyeka keringat di dahinya, lalu memandangi seisi chikusha. Ayam-ayamnya tampak kembali beraktivitas dengan ceria, mematok pakan pagi mereka dengan lahap. Tugas
+