Cowok yang halus suaranya, perempuan yang gak hijaban, cowok yang feminim parasnya, cewek yang gak nurut sama suaminya, dan masih banyak lagi literally bisa kena pasal ini.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Efek nyala listrik bergiliran ini parah banget emang. Ekonomi yang lagi ga bagus, makin rusak dengan kondisi kayak gini.
Makin ga suka sama buzzer yg hobi banget sugar coating seakan Indonesia kondisinya baik-baik saja.
waktu masi belia kukira orang yg kumpul keluarga ngurusin kerjaan, dikit2 ditelpon, hari libur buka laptop itu orang keren yg penting bgt di kantornya. skg tau org yg kaya gini tu cuma kacung kampret perusahaannya, org penting di kantornya mah suka2 dia mau kemana dan libur kapan
Selain Didit..
Coba pelajari jg hgga 10-15 th ke belakang bgmn rekam jejak orang2 spt..
Fadli Zon dlm gelaran2 seni & budaya
Hashim Djojohadikusumo dlm proyek2 konservasi sejarah & purbakala
Agar publik lbh paham knp orang2 spt mrk, dan ada byk, kok bs muncul di sektor2 tsb
👀
sori gue masih termasuk golongan bahwa pemerintah yang paling punya tanggung jawab untuk menyediakan lapangan kerja
jadi untuk ini gue nyalahin pemerintah
@HastoSuprayogo Pantesan orang luar taunya, Indonesia itu masih primitif, banyak hutan2, ga ada kota, ga ada mal. Mungkin karena promosi model gini salah satunya?!