beli ac, trs lg dirakit sama tukangnya.
mak w tb2 naik, ngalor ngidul, tb2 ngomong "anak saya mah males, ga pinter cari duit"
sama kang ac ny dibalas "lah ini bs ganti AC ya ada duitnya bu"
🫣
Baru tau jir ternyata ungkapan tujuh turunan tuh punya basic ilmiah.
Kirain cuma keasbunan orang tua zaman dulu aja 🤣
Setelah baca2, teorinya tuh tiap orang nerima sekitar 50% DNA autosomal dari masing2 orang tua
Maka:
- Orang tua → 50%
- Kakek/nenek → 25%
- Buyut → 12,5%
- Generasi ke-5 → 6,25%
- Generasi ke-6 → 3,125%
- Generasi ke-7 → 1,56%
- Generasi ke-8 → sekitar 0,78%
Bener dong klo less than 1% hahaha. Berarti nyumpahin orang sampe tujuh turunan tuh punya basic ilmiah 🤣
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.