Saya melihat progress dalam hal perkembangan Persib Bandung dipengaruhi oleh terlalu banyaknya variabel yang kompleks. Akibatnya, kemajuan yang diraih sering terasa stagnan dan cenderung berjalan di tempat, padahal di atas kertas klub ini sudah berhasil meraih gelar juara tiga musim berturut-turut juga terlihat dalam meningkatnya kualitas SDM dalam staff kepelatihan, serta tim secara keseluruhan.
Tapi, tidak bisa dipungkiri. Infrastruktur adalah salah satu pilar utama dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Dampaknya tidak hanya terasa pada performa tim di lapangan, tetapi juga pada proses pengembangan pemain, kenyamanan supporter, dan citra klub secara keseluruhan.
Sebagai klub dengan predikat juara 3 musim berturut-turut, rasanya tidak sepadan jika Persib Bandung masih terlihat tertinggal dalam tata kelola infrastruktur. Jargon “klub level Asia” yang selalu diangkat dalam berbagai kampanye pemasaran terasa kurang tercermin dalam beberapa aspek fundamental yang seharusnya menjadi kekuatan klub ini.
Lebih dari itu, banyaknya akun, media independen, bahkan media dari klub pesaing yang turut membahas isu ini secara luas justru menjadi bukti betapa besarnya Persib Bandung di mata publik sepak bola Indonesia. Jika tidak sebesar itu, isu internal Persib tidak mungkin menjadi topik yang ikut “ditumpangi” oleh begitu banyak pihak dari luar.
Sebagai klub dengan nama besar dan sejarah panjang yang membanggakan, sudah sepatutnya Persib bertindak sesuai dengan kelasnya. Persib bukan klub medioker yang rencananya hanya berhenti di ucapan semata. Rencana tanpa realisasi hanyalah omong kosong. Tidak sepantasnya Persib seperti itu.
Contoh nyata terlihat dari penanganan isu FIFA registration ban. Sebuah klub sebesar Persib yang dengan sangat memalukan berada di dalam list tersebut, idealnya mampu menyelesaikannya lebih cepat dibandingkan beberapa tim yang saat ini bahkan berada di kasta kedua liga. Lambatnya progres penyelesaian ini terasa kurang sesuai dengan standar sebuah klub besar. Pathetic.
Tidak bisa dipungkiri bahwa di atas kertas, secara prestasi Persib masih yang terbaik di era modern untuk Liga Indonesia, tapi terkait infrastruktur? tidak lebih dari sekedar klub medioker yang penuh akan omong kosong. Klub ini jelas belum menunjukkan standar yang sepadan dengan namanya.
Banyaknya kritik yang muncul saat ini bukanlah bentuk ketidakpuasan yang timbul akibat terlena akan prestasi. Justru sebaliknya. Suara-suara tersebut lahir dari kepedulian yang dalam, agar Persib tidak hanya berhenti pada pencapaian di atas kertas, melainkan terus melangkah lebih jauh dengan fondasi yang lebih kokoh.
Saacan ku batur gé ku arurang heula, siah manéh béak mun lalakon kitu waé mah! @persib
Sejatinya, kritik, baik yang membangun maupun yang pedas, justru menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan sebuah klub. Tidak ada pelaut hebat yang ditempa di lautan yang tenang. Tantangan, hambatan, dan kritik yang muncul saat ini adalah ujian yang akan membuat Persib semakin kuat jika mampu direspons dengan baik dan dieksekusi dengan serius.
Mengutip kawan-kawan @rememberpersib dalam twit terbarunya, "Karena level ASIA, bukan tentang apa yang diucapkan, melainkan apa yang benar-benar diwujudkan."
Either for personal reason or to seek another challenge, he will be remembered for his legacy in Bandung.
Now, who will replaced him? Igor Tolic, Dan Petrescu, Mano Polking, Park Hang-seo, Kim Do-hoon or Makoto Teguramori?
Let's enjoy the rumour.
STORY SET TO BE CONFIRMED — Bojan Hodak will leave Persib Bandung, 100%.
The Croatian coach has already communicated his decision 🇭🇷🇮🇩
The curtain falls on a historic chapter — three consecutive Indonesian titles. A legendary run. 👑
@SVFootball_eu | @BalkansSports_
BANDUNG. HISTORICAL MOMENT. TIGA GELAR JUARA BERUNTUN. TIGA MUSIM, SATU NAMA, ABADI DALAM SEJARAH, PERSIB BANDUNG! ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
SEGALA PUJI KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM! BARUDAAAAAAAKSSSSSS 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹💙💙💙💙💙💙💙💙💙
#BandungFootball#BFCOM#Persib#Bobotoh#PersibDay
✅ REKOR : Persib Bandung catatkan sejarah sebagai TIM PERTAMA (sejak era divisi utama 1994) yang meraih gelar liga Indonesia 3 musim beruntun. 🔵🏆🏆🏆
Konsistensi yang sangat apa. 🥶
Punya kesempatan buat tambahin selisih gol, strikernya gak ada yang bisa diandalin. Scouting asal-asalan @persib selalu bikin masalah buat timnya sendiri.