Kmrn seharian QT bareng besti2, ada 1 yg bw anaknya. FYI aja anaknya ini S1-S2 di Manchester. Lg ngobrol:
👱🏽♀️: “oya i heard, asmara gen z asmara gen z itu.”
👩🏻: “wah km nntn jg kak?kok bs kan km disana terus”
👱🏽♀️: “engga sih, cm suka lewat tl my X. Katanya ada yg beneran jadian irl ya tan, siapa?”
Langsung pura-pura pingsan 🛌 drpd titik koordinat rumah ditandain & hp gw di telusurin bapaknya gegara booingin anaknya, mending cari aman 🏃♀️💨💨
(Ternyata yg kepo bukan cm fans project itu, gp yg taunan ga di Indo juga 🙈🙈)
Dikira perempuan-perempuan yg protes soal KS di grup chat mahasiswa FH UI (dan point out soal obrolan tongkrongan laki-laki) nggak protes apa kalau sesama perempuan ngomong "rahim anget" atau "pepek berkedut"? Sama jijik dan tau bahwa itu pelecehan kali.
Makin kesini makin percaya kalo semesta & karma itu bekerja baik. Cepat/lambat orang yg busuk hatinya & jelek pikirannya, akan jatuh kedalam lubang yg digali oleh kesombongannya sendiri & menelan pahit dr kata2nya sendiri. Maka berhati2lah 🙏🏻
Semoga kasus ini tidak hanya berhenti pada penghukuman pelaku seberat-beratnya, tetapi juga pemulihan korban.
Pernah dampingi korban kekerasan seksual yang masih berusia anak, pemulihannya kadang disertai pindah alamat rumah atau sekolah. 😔