Hai haii-!!!
Aku caca, anak dari konsultan pernikahan dan aku sering bgt liat mama dapet klien seperti ini…
Mama selalu ngasih solusi untuk para laki2 dan perempuan (apalagi anak2ny) kayak gini :
“Saat ingin menikah ada 4 perkara yang harus dipenuhi!
1. Komunikasi
2. Agama
3. Finansial
4. Keluarga
Kenapa ada ke-4 perkara tersebut? Karena 4 hal tersebut merupakan masalah terbanyak yg menyebabkan perceraian.
Komunikasi ga cuma ngobrol aja, tapi ada love language yang saling melengkapi, ada keterbukaan antara suami maupun istri. Jangan pernah berfikir kalo suami harus kuat selalu! Engga! Justru menikah atau punya istri adalah safe space suami! Tapi, kalau udh KDRT, cabut.
Agama? Ga cuma sholat dan ngaji weii… lihat gimana dia ke tuhan dan dia ke orang sekitarnya. Itu mencerminkan agamanya dia. Judgmental? Habluminannas-nya ga bagus.
Finansial? Sebelum nikah ini harus jujur satu sama lain, pinjol, judol, gaji, buat orang tua, buat kebutuhan dan nafkah harus tau! Kalo cocok jalan kalo ga? Lewat aja
Keluarga? Loh, kenapa?
Lihat bagaimana keluarganya, apakah tangki cinta ibu dan ayah terpenuhi? Apakah keluarganya sudah selesai dengan masalah pribadinya?
Kalau tidak ini akan ada masalah pada iri dan cekcok mertua mantu atau bahkan ipar.
Suami yang baik adalah cerminan istri yang menemani, dan begitu sebaliknya istri yang baik adalah cerminan suami yang menuntun istrinya.”
Ada teori yang disebut 4 Burners Theory. Disitu disebutin kalau hidup itu kayak kompor 4 tungku: kerjaan, keluarga, kesehatan, temen. Dan kita cuma bisa maksimalin sebagian. Sisanya harus rela dikecilin. Kayak pengingat halus kalau manusia tuh ga bisa ngurus semuanya sekaligus.
i’m sorry if you didn’t experience one direction as a teenager cause you needed to have your frontal lobes kinda developed to fully appreciate them in their prime
LRT 5k VS 20k
Pas masih goceng, weekend di LRT itu macam jam padat Manggarai. Penuh antri luber dari luar.
Hari ini, tepat harganya uda naik 20rb ke rute terjauh, pengunjung turun drastis.
Y cukup berat sih hargany kalo segitu.
Kalian tetap akan naik LRT / balik ke KRL dll?
on a serious note, the narrative that "a women's life and non domestic interests should stop by the time they get married" is so misogynistic. nobody bats an eye when a dad shows his love for a soccer team, but god forbids mom have a hobby that isn't adjacent with domestic work.