Dari dulu gak suka sama culturenya tapi sudah terlanjur ngefans yg enih huhu kirain karena band masih mendingan.
Dan kalau membenarkan hal dating harus ditutupi mah ya sama aja menormalkan ke messed up-an industri itu.
Jaello Jars!🙋♂️
Tepat di hari debut eaJ yang ke 4 tahun hari ini, Jars Indonesia diwakili oleh SappheirosTeam mendapat undangan Public Expose Impact In Action 2026 dari Rumah Zakat dalam rangka Rumah Zakat memberikan Happines Award 2025, kategori Influencer Berdampak kepada Jars Indonesia😇
Penghargaan ini untuk Jars, atas segala partisipasi dalam kegiatan #eaJCharity yang telah berjalan bersama dengan kami.
Live streaming:
https://t.co/Xm9dA795d6
#eaJPark #4YearsWitheaJ
Selamat untuk Jars Indonesia yang telah meraih penghargaan di acara Public Expose Impact in Action 2026, Happines Award kategori Influencer Berdampak💥
Terima kasih untuk seluruh Jars dan orang baik yang sudah berkontribusi disetiap event kolaborasi dari #eaJCharity x @rumahzakat 🫶✨️
Jangan pernah berhenti berbuat baik ya, kita semua🫂
Dengan atau tanpa penghargaan apapun, marilah dahulukan sisi kemanusiaan kita💖
Kolaborasi:
@jarsjakarta@Jars_Jambi@jars_jogja@jars_madiun@jars_medan@jars_semarang@jarssolocity@jarssuroboyo@jarsprobolinggo
@.myday&JarsBali (IG)
Baru liat wkwkwkwkwkkw
"Wonpil-ah, kalau kamu baca ini tolong daftarkan aku sebagai tanggungan di asuransi kesehatanmu♡"
Alias "jadikan aku istrimu"😂😂😂
“Dunia ini cukup untuk kita semua”
Aku tiba-tiba ingat kata Psikologku (iya, Psikolog juga ke Psikolog), begini katanya:
“Nell, kita semua itu punya peran masing-masing. Tidak semua orang harus ‘bersinar’ dengan intensitas yang sama.
Ada Psikolog yang terkenal, kayak xx tapi ada juga yang nggak, kayak saya.
Tapi kalau orang yang biasa-biasa aja kayak saya gak ada terus yang ngelayanin kamu konsul siapa?
Dunia ini cukup untuk kita semua.”
Pas dengar itu, aku merasa…lega. Separuh rasa cemasku mereda di tengah-tengah perkuliahan yang bikin aku merasa gak percaya diri dengan kemampuanku.
Aku membandingkan diriku dengan teman-teman lain yang menurutku hebat-hebat sekali. Ditambah standarku memang tinggi. Aku takut tidak jadi “apa-apa”, tidak dapat tempat.
Pelan-pelan aku mulai menata diriku lagi. Semuanya tidak harus sempurna. Aku hanya perlu tetap jalan.
Toh, secara objektif “biasa-biasa”nya aku sebenarnya buat orang lain itu bagus, tidak ada masalah.
Sampai sekarang, aku masih perlu mengingatkan diriku secara berkala,
“Setiap orang punya sinar yang berbeda, seperti bintang. Ada yang terlihat terang dan besar, ada juga yang kecil. Namun, keduanya sama-sama cantik dan penting.”
Hari ini pun aku mengingat kembali, aku mungkin tidak jadi musisi andal seperti Mozart tapi musikku cukup untuk anak-anak. Mungkin juga untuk sobat twitterku.
Dunia ini cukup untuk kita semua. Aku harap, kita yang lagi merasa tergesa-gesa bisa mengingat ini 💛