Subuh 1945, ia justru mengirim telegram saat semua raja lain masih menunggu arah. Di meja istananya, keputusan itu langsung memotong masa depan keluarganya sendiri.
Namanya Sultan Syarif Kasim II. Raja terakhir Siak Sri Indrapura.
Isi pesannya singkat.
Tidak ada syarat.
Tidak ada negosiasi.
Kesultanan Siak berdiri penuh di belakang Republik Indonesia.
Beberapa hari kemudian, ia tidak berhenti di kata-kata.
Ia membuka kas kerajaan.
13 juta gulden keluar. Jumlah yang, jika dihitung hari ini, setara lebih dari Rp1 triliun.
Belum selesai.
Mahkota emas dilepas. Pedang bertatahkan berlian ikut diserahkan. Perhiasan kerajaan menyusul. Saat itu, Republik bahkan belum punya kas negara yang jelas.
Di titik ini, pilihannya sebenarnya masih terbuka. Ia bisa seperti Yogyakarta.
Tetap berkuasa...
Mendapat status istimewa !
Ia tidak memilih itu
Siak dilebur penuh ke dalam NKRI.
Tanpa syarat !
Tanpa kursi !
Tanpa jaminan masa depan politik !
Bersamaan dengan itu,
wilayahnya ikut masuk. Termasuk kawasan yang kelak dikenal sebagai Blok Minas. Salah satu ladang minyak terbesar Indonesia.
Negara tumbuh...
Devisa mengalir...
Hidupnya justru mengecil 😢
Ia meninggalkan istana. Pindah-pindah antara Jakarta, Aceh, lalu kembali ke Siak.
Tidak ada jabatan...
Tidak ada protokol...
Catatan tentang masa tuanya selalu sama : sederhana !
23 April 1968, ia wafat di RS Caltex, Rumbai.
Bukan di istana..
Bukan sebagai raja..
Tiga puluh tahun kemudian, negara baru memberi gelar.
Pahlawan Nasional, 1998.
Dan satu hal yang jarang disebut di awal cerita :
Ia tidak kehilangan tahta karena direbut.
Ia yang menyerahkannya sendiri !
Terharu, momen pernikahan pasangan tunarungu. Walaupun ijab dilakukan dengan bahasa isyarat namun tidak mengurangi kesakralannya. Pengantin wanita pun dengan sabar membantu menenangkan mempelai pria yang sedang gugup. Cinta tentang saling melengkapi tidak hanya sekedar kata2.
Kisahnya Viral.... Kini Guru honorer Abdul Azis menangis saat menerima motor baru dari relawan Gerak Bareng, di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam I, Penjaringan, pada Rabu sore (22/04/2026).
@ArjayaDirja Foto loe hasil AI njir. Indonesia muka bule. Taeek. Gw dukung pesannya tapi tolong jangan pake AI juga, apalagi loe mengatasnamakan rakyat Indonesia.
@KangManto123 ASEAN masuk kawasan apanya AS sehingga dilakukan patroli kapal perangnya? AL kita punya armada dan pasukan laut yg mumpuni dan pastinya juga secara rutin lakuka patroli laut. Sebenernya AS itu patroli atau sedang lakukan pemetaan jalur mobilisasi armada perang?
@DonJhon973775@tekarok007 Orang seperti loe yg gw maksud pemakan darah dan bangkai rakyat, nyebar kepalsuan demi recehan dari kantong pejabat. Anjing itu pemakan kotoran, mungkin cocok untuk mendeskripsikan kepribadian loe. 🤮
@DonJhon973775@tekarok007 Kalu lu, gw gk tau pintar apa bodoh yg pasti buzzer pemerintah. Kalau pejabat tentu pintar tapi tulus atau ngibul gw gk bisa pastiin. Mereka benar" pro rakyat pastinya tidak. Sumber daya alam kita melimpah tapi memilih import gila"an itu modus nyari cuan dengan alasan klasik
@tekarok007 Maling duit orang lalu kembalikan itu bukan prestasi tapi kewajiban. Gk usah glorifikasi apa yg seharusnya dilakukan. Jilatnya kurang bersih lu rok
Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang
🎥: https://t.co/KQnF3fWrQQ
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara Bursok Anthony Marlon membuat semua perhatian tertuju padanya.
Itu setelah pejabat pengawas yang dikenal vokal itu secara terang-terangan melayangkan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, sang atasanya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga diminta mundur.
Langkah berani Bursok Anthony bukan tanpa alasan.
Dalam rangkaian surat yang dikirimkan antara tanggal 14 hingga 20 April 2026, Bursok meluapkan kekecewaannya atas mandeknya pengaduan kasus dugaan korupsi besar yang ia kawal selama lima tahun terakhir.
@AraituLaki@KPK_RI Asal jangan supaya terlihat akuntabel lalu makin ugal-ugalan gunakan anggarannya. Asal @KPK_RI bilang gk ada indikasi korupsi maka siap-siap saja BGN akan semakin menggila